Soal korban aksi 22 Mei yang disebut tewas akibat peluru tajam, Ngabalin menyebutkan bahwa polisi tidak dibekali peluru tajam dan senjata.
“Saya mau bilang untuk dan atas nama negara, polisi tidak dipersenjatai peluru tajam. Kalau hari ini ada yang mati, maka hari ini pun orang hanya mengatakan kita serahkan sebuah penyelidikan dilakukan,” imbuh Ngabalin.
“Tapi tidak boleh Anda menggunakan diksi dan narasi yang bisa melahirkan makna bahwa polisi begitu brutal,” tambah Ngabalin.
“Oknum, bisa terjadi, ada foto-foto,” jawab Fadli Zon.
“Tidak bisa. Itu multumu penuh dengan kotoran. Mulutmu sampah, kau membohongi publik namanya. Itu namanya bohong,” kata Ngabalin.
Debat panas Ngabalin vs Fadli Zon pun semakin sengit hingga keduanya saling tunjuk.
Ngabalin pun meradang karena tidak suka ditunjuk-tunjuk oleh Fadli Zon. Ia langsung berdiri dan seolah hendak memukul Fadli Zon.
“Jangan kau tunjuk saya, ku patahkan kepalamu di sini nanti,” kata Ali Ngabalin dengan nada tinggi.
Beruntung Fadli Zon tak terpancing. Wakil Ketum Partai Gerindra itu tetap tenang dan duduk sambil melontarkan pendapatnya.
“Tenang saja,” kata Fadli sambil tersenyum.
“Gak usah tenang. Kau memang kurang ajar. Mulutmu tidak bagus, sampah mulutmu.
Simak video debat panas Ngabalin dan Fadli Zon berikut ini:
Sumber: Pojoksatu

