PALU – Mantan Wali Kota Palu, Rusdy Mastura, mengatakan, pihaknya telah membayar proyek pembangunan Jembatan Palu IV atau Jembatan Kuning, sesuai nilai kontrak sebesar kurang lebih Rp57 miliar kepada PT. Global Daya Manunggal (GDM) selaku pelaksana proyek.
“Apanya lagi mereka tuntut, sedangkan kami (Pemkot) Palu telah membayarnya sesuai kontrak,” kata Cudy, sapaan akrabnya, belum lama ini.
Sementara itu mantan Kepala Dinas Pekarjaan Umum (PU) Kota Palu, Bartholomeus Tandigala, mengatakan, sebenarnya di tingkat Pengadilan Negeri Palu, Pemkot telah menang melawan PT. GDM.
“Namun belakangan, PT. GDM mengajukan Kasasi ke Mahkama Agung (MA) dan prosesnya cukup lama, sehingga Pemkot Palu ketika masih pak Cudy wali kota belum ada putusan MA yang memerintahkan untuk dilakukan pembayaran,” ujar Bartho.
Selain berperkara di Pengadilan negeri Palu, PT.GDM dan Pemkot Palu, menempu jalur penyelesaian di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). Namun Pemkot Palu lagi-lagi tidak Diwartakan sebelumnya, Pemkot Palu sendiri baru membayar hutang sisa biaya proyek tersebut menggunakan APBD sebesar Rp14 miliar lebih pada tahun anggaran 2019 ini.
Pembayaran ke rekanan itu dilakukan setelah sebelumnya Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menghukum Pemkot Palu harus membayar utang sebesar Rp25.061.085.000 ke PT GDM.
Putusan BANI pada tahun 2014 itu telah dikuatkan oleh MA, sehingga Pemkot wajib membayar utang sisa hasil pekerjaan proyek jembatan itu.
Di zaman pemerintahan Rusdy Mastura, sisa biaya proyek Jembatan Palu IV itu tidak dapat dibayarkan, sehingga manajemen PT GDM menggugat Pemkot Palu ke BANI.
Jembatan ini diresmikan pada Mei 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan ini membentang di atas Teluk Palu, menghubungkan Kecamatan Palu Timur dan Palu Barat.
Jembatan kuning ini merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia.
Panjang jembatan utama 250 meter. Titik tertinggi lengkung jembatan 20,2 meter dari badan jembatan dengan lebar 7,5 meter.
Pada Jumat 28 September 2018, jembatan ini roboh diguncang gempa bumi yang disertai tsunami. (YMN/DEADLINE)

