Skrol untuk membaca pos

Seminar Hari Perempuan Nasional, Jaga Keutuhan NKRI

Muh. Rifai
A-AA+A++

PALU – Kopri PMII Komisariat IAIN Palu mengadakan seminar hari perempuan Nasional dengan mengangkat tema peran wanita dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI, Selasa (22/03/2019)

Johari selaku ketua panitia menyampaikan, tema tersebut di angkat untuk merespon berbagai persoalan yang terjadi saat ini, dimana makin maraknya gerakan radikalisme.

Dalam gerakan tersebut bukan hanya melibatkan laki-laki saja namun juga melibatkan perempuan, mulai dari gerakan yang ingin mengganti idiologi Pancasila sampai pada bom bunuh diri dengan mengatas namakan agama.

“Sehingga tema ini sangat penting di diskusi memberikan pemahaman terhadap perempuan agar tidak terlibat dalam gerakan tersebut,” ujar Panitia.

Dalam seminar ini juga di hadiri perwakilan Polda Sulteng sebagai narasumber, AKBP Agustin S. Tampi SIP. M.PA (Wadir polantas Polda Sulteng).

Ia menyampaikan bahwa perempuan harus berpendidikan tidak bisa tidak, agar bisa memberikan pendidikan terhadap anak-anaknya karena peran perempuan sangat penting untuk pertumbuhan anak.

Disampaikannya, perempuan tidak perlu takut untuk melaporkan ke pihak berwajib apabila terjadi dan melihat kekerasan terhadap perempuan.

Perempuan kata dia, harus percaya diri, jangan minder terhadap laki-laki karena memiliki kemampuan yang sama, ada menteri yang perempuan dan ada menteri laki-laki ini menggambarkan kesetaraan.

Selanjutnya narasumber yang kedua, Darmiati SH yang juga adalah senior KOPRI PMII Sulteng sampaikan, perempuan harus perangi gerakan yang akan mengganti idiologi Pancasila dengan khilafah.

“Perbedaan pemikiran antara sesama masyarakat Indonesia tidak apa-apa tapi jangan sampai mengganti idiologi Pancasila,” kata Darmiati yang juga adalah pimpinan Bawaslu Sulteng ini.

Apabila ada gerakan tersebut lanjutnya, maka kader-kader PMII harus ada di garis terdepan untuk melawan, karena NKRI sudah menjadi kesepakatan para ulama kita terdahulu.

“Sehingga yang menjadi komitmen bagi PMII bahwa NKRI itu adalah harga mati harus di publikasikan agar memberikan pemahaman terhadap masyarakat luas harus cinta NKRI,” ujarnya. (YP)