PALU – Kamis, 28 Februari 2019 Penerus Perjuangan Perintis Kemerdekaan Indonesia (PPP-KI) Sulawesi Tengah akan meyelenggarakan kegiatan dialog publik sekaligus deklarasi pemilu damai 2019 dengan tema “Membangun Kesadaran, Meningkatkan Parisipasi, Mewujudkan Demokrasi Politik Yang Berkualitas Dan Berintegritas Di Sulawesi Tengah”. Kegiatan ini akan dilaksanakan di warkop Fekon Universitas Alkhairaat Jl. Diponegoro Kota Palu.
Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 merupakan Pemilu serentak Pertama yang dilakukan di Indonesia untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota Legislatif baik pusat maupun daerah secara bersamaan yang tentunya merupakan tantangan baru bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemajuan dan kedewasaan berdemokrasi di Indonesia.
Yahya Prianto selaku ketua pelaksana menjelaskan “Salah satu diantara elemen dan indikator yang paling mendasar dari keberhasilan dan kualitas pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu yang demokratis adalah adanya keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses berjalannya tahapan-tahapan Pemilu, khususnya dalam hal pengawasan atau pemantauan proses Pemilu. Peran dan partisipasi masyarakat sipil dalam mengawasi atau memantau jalannya proses kontestasi demokrasi merupakan hal yang sangat penting. Partisipasi bertujuan mendorong aktif kegiatan demokrasi untuk semua proses kepemiluan. Kepentingan fokus partisipasi menjadi indikator peningkatan kualitas demokrasi dan kehidupan politik di Indonesia”. Jelasnya
Secara prinsipil, demokrasi merupakan partisipasi seluruh rakyat dalam mengambil keputusan-keputusan politik dan menjalankan pemerintahan. Keputusan politik yang dimaksud adalah kesepakatan yang ditetapkan menjadi sebuah aturan yang akan mengatur kehidupan seluruh rakyat itu sendiri.
Lanjut Yahya “Keterlibatan atau partisipasi rakyat adalah hal yang sangat mendasar dalam demokrasi, karena demokrasi tidak hanya berkaitan dengan tujuan sebuah ketetapan yang dihasilkan oleh suatu pemerintahan, tetapi juga berkaitan dengan seluruh proses dalam membuat ketetapan itu sendiri. Tentu merupakan kewajiban moral bagi masyarakat sipil untuk aktif mengawasi jalannya suksesi kepemimpinan di tingkat lokal maupun nasional. Penyelenggaraan pemilu serentak 2019 ini, akan menjadi ajang demokrasi, layak dijadikan sebagai pesta rakyat yang semestinya harus disambut dengan kebahagiaan”.
Maka dari itu, dengan terlaksananya dialog ini, bisa Membangun kesadaran berpolitik masyarakat, dalam meningkatkan partisipasi pada PILEG dan PILPRES 2019, Mengajak penyelenggara agar tetap konsisten dalam menjaga intregritas pada PILEG dan PILPRES dengan norma yang berlaku juga Mengajak stake holders bersama – sama menjaga tali persaudaraan dan persatuan agar moral politik dapat selalu terjaga’. Tutup yahya
Dialog ini akan menghadirkan pembicara dari KPU Sulawesi Tengah, Bawaslu Sulawesi Tengah, Akademisi Pengamat Pemilu, Polda Sulawesi Tengah dan Kesbangpol Sulawesi Tengah.

