DONGGALA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah, Muhammad Masykur menyampaikan betapa masih banyak pekerjaan rumah yang mesti segera direspon oleh pemerintah daerah, khususnya infrastruktur jalan di wilayah terpencil, seperti di Desa Tinauka Kecamatan Riopakava Kabupaten Donggala. Hal tersebut disampaikan Masykur saat meninjau kondisi infrakstruktur di Desa Tinauka.
Menurut Pangka, tokoh masyarakat, salah satu permasalahan utama kami adalah jalan yang menghubungkan antar dusun dua dan dusun tiga. Jalan tersebut, kami buka secara swadaya gotong royong agar supaya tidak jauh karena jalan trasmigrasi yang dibangun jauh memutar dan rawan.
“Karena dibuka secara swadaya, jadi ya kita semua tahu pasti tidak layak dan serba kekurangan. Tiap kali hujan jadi kubangan. Kemudian kami timbun lagi, tapi tidak tahan lama rusak lagi dan kembali seperti kubangan”.
Kata Pangka, dikarenakan kondisi jalan seperti itu sehinggatidak bisa sembarang dilalui oleh kendaraan motor. Apalagi bagi perempuan karena tidak aman dan rawan celaka. Pernah ada ibu yang terpaksa harus melahirkan di tengah jalan karena saat dibawah tidak bisa lagi sampai di Puskemas Pembantu (Pustu), kata Pangka.
Sementara menurut Masykur, jika melihat kebutuhan perbaikan jalan penghubung antar dusun tidak berat-berat amat. Apalagi yang diharapkan warga bagaimana agar bisa dilalui dengan aman.
Masykur berharap pemerintah daerah bisa potret kondisi di sini. Bahwa ada jalan yang dibuka secara swadaya oleh warga. Namun tidak layak dilalui. Sehingga tugas pemerintah daerah menjadikannya mantap, katanya.
“Karena apa pun itu, kahadiran negara selalu dinanti oleh warga. Wujud negara hadir jika sudah nampak berupa realisasi atas pemenuhan kebutuhan mendesak warga”.
Apalagi sesuai yang dituturkan warga, sudah terbilang dari tahun ke tahun potret seperti ini sudah dialami, termasuk urunaan biaya swadaya perbaikannya dalam jumlah terbatas di lokasi transmigrasi, kata Masykur.
Percepatan pembukaan akses jalan sebagai arus mobilitas warga di wilayah pinggiran memang sudah sepatutnya dipacu dan diselaraskan dengan program pemerintah pusat, yakni visi pembangunan kawasan pinggiran, jelas Masykur.

