Skrol untuk membaca pos

RDP DPRD Sigi, Ketua Komisi II Sempat Kesal

Muh. Rifai
A-AA+A++

SIGI – Ketua komisi II DPRD Sigi Alia Idrus sempat kesal saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah mitra kerjanya, Kamis 14 Februari 2019.

Kekesalan politisi PDIP ini dipicu keterlambatan perwakilan Dinas PUPR Sigi menghadiri RDP yang dimulai sekira pukul 11.00 wita.

Dalam RDP itu, DPRD Sigi menginginkan agar pihak PUPR Sigi juga dapat hadir memberi solusi dalam mengatasi kekeringan yang melanda lahan persawahan di Sigi akibat rusaknya irigasi gumbasa pasca gempa September lalu.

“Ini bukan karena keinginan komisi II, akan tetapi atas nama lembaga DPRD Sigi yang ditanda tangani oleh pimpinan DPRD Sigi mengundang pihak PUPR untuk hadir disini untuk pertanyakan bagaimana solusi terkait kekeringan akibat rusaknya irigasi gumbasa pasca gempa,” tegas Alya dengan nada tegang.

Sementara anggota komisi II lainnya Budi Luhur Larengi juga tegaskan bahwa, persoalan irigasi gumbasa yang hampir lima bulan lebih tidak dialiri air menjadi hal utama untuk diperhatikan oleh pemerintah.

“Kenapa komisi II mengundang Dinas PUPR? Tujuannya adalah membicarakan persoalan air dan ini perlu diberikan gambaran sebab pompanisasi itu tidak cukup mengatasi kekeringan sawah untuk sekian ribu hektar di Sigi,” sambung Budi Luhur.

Budi Luhur menegaskan, para petani hanya mengharapkan air irigasi gumbasa untuk mengaliri persawahan selama ini, dan bila tidak dilakukan antisipasi secepatnya dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan baru dan bisa saja daerah kekurangan pangan.

“Persoalan irigasi gumbasa yang kapan bisa teraliri air ini terus dipertanyakan masyarakat saat kami ke lapangan. Olehnya RDP ini dilakukan untuk mencari solusinya,” ungkapnya.

Hearing tersebut, akhirnya juga dihadiri perwakilan dari Dinas PUPR Sigi yang datang sekitar pukul 13.00 wita, dan sejumlah pertanyaan terkait irigasi gumbasa menjadi hal utama. (Ardi)