Skrol untuk membaca pos

Pengungsi Korban Bencana di Palu Keracunan Nasi Bungkus

Muh. Rifai
Salah satu korban keracunan nasi bungkus, yang dirawat di RS Anutapura Palu, Sabtu (19/1/2019) malam. [Ist]
A-AA+A++

PALU – Sebanyak 36 pengungsi korban gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami di Kelurahan Tipo dan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mengalami keracunan.

Mereka mengalami keracunan, setelah mengkonsumsi makanan nasi bungkus yang dibagikan secara gratis, Sabtu (19/1/2019) siang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para pengungsi mulai mengalami mual-mual setelah memakan nasi bungkus yang dibagikan di tenda tempat mereka mengungsi, sekira Pukul 11.00 Wita.

Koordinator Posko Lapangan Pengungsi di Tipo, Olawanti menyebutkan, tidak ada koordinasi terkait pembagian nasi bungkus yang dibagikan tersebut. Ia juga mengaku tidak mengetahui siapa yang mengantarkan nasi bungkus gratis itu.

Namun pada saat itu ia melihat mobil jenis Suzuki APV plat merah dengan kode B yang datang dengan membawa 2 kantong plastik besar, yang diperkirakan berisi sekira 200 bungkus dan diterima oleh salah seorang pengungsi. Usai menurukan kantongan plastik yang berisi nasi bungkus, mobil tersebut langsung pergi.

Sejumlah korban mengaku awalnya tidak merasakan apa-apa saat menyantap nasi yang dibagikan itu. Namun beberapa saat kemudian terasa mual dan langsung muntah-muntah.

”Saat dimakan, kita tidak merasakan keanehan. Tapi satu jam kemudian, langsung muntah-muntah,” ungkap Badrun yang ditemui di Ruang UGD RS Anutapura Palu, Sabtu (19/1/2019) petang.

Dari jumlah korban yang dirawat karena keracunan kebanyakan kalangan anak-anak dan usia lanjut, yang selama ini masih menggantungkan kebutuhannya dari bantuan pemerintah dan swasta.

Sebagian korban keracunan langsung terpaksa dilarikan ke rumah sakit lainnya di Kota Palu karena ruangan di RS Anutapura Palu tak dapat menampung seluruh korban. Sementara jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.

Wakil Direktur Pelayanan Medis RSU Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi mengatakan, jumlah pasien keracunan makanan yang masuk di instalasi gawat darurat mulai pukul 14.00 hingga pukul 20.00 Wita malam ini sebanyak 36 orang.

“17 Orang harus menjalani rawat inap dan 19 orang sudah diizinkan pulang,” kata drg Herry, yang dikutip Sultengterkini.com.

17 orang pasien yang masih dirawat terdiri dari anak-anak sembilan orang dan delapan orang dewasa. Sementara 19 pasien yang sudah diizinkan pulang itu terdiri dari anak-anak delapan orang dan dewasa 11 orang.

“(Penyebab keracunan) makanan bungkus, ini baru dugaan. Sampel sudah diambil ke laboratorium,” katanya. [Jurnal]