PALU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, mengaku tengah gencar melakukan vaksinasi pada ternak anjing di daerah itu. Dari target 2500 CC, instansi itu sudah merealisasikan vaksinasi sebanyak 2700 CC.
Upaya itu dilakukan menyusul adanya kasus rabies yang disebabkan gigitan anjing di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sigi.
“Penyakit rabies yang sekarang banyak terjadi akhir-akhir ini. Kasusnya di Desa Uwenuni Palolo, ada anak-anak yang digigit anjing. Kemudian di Kulawi Selatan juga ada dan di Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru yang kepalanya juga digigit. Semua positif rabies,” ungkap Tugiran, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, dua hari lalu.
Menurutnya, rata-rata anjing tersebut tidak terawat dengan baik bahkan terbilang liar, sehingga menjadi kendala tersendiri dalam melakukan vaksinasi.
Untuk ternak lain seperti sapi, kambing dan lainnya, kata dia, belum ada muncul penyakit yang membahayakan.
“Untuk 2018, berdasarkan laporan dokter hewan kami, penyakit-penyakit yang muncul masih diatasi. Jadi belum ada yang bersifat menular yang bisa menyebabkan kematian dalam jumlah yang besar,” katanya.
Pasca terjadinya bencana alam dan adanya perubahan iklim, kata dia, kini pihaknya sedang mengantisipasi penyakit-penyakit pada ternak.
“Mungkin dulunya ada, jangan sampai muncul lagi, sehingga nanti merugikan masyarakat. Yang diantisipasi di sini adalah dari suhu, atau kebiasaan masyarakat yang tidak merawat ternaknya dengan baik. Pada prinsipnya, program penanggulangan penyakit hewan di Sigi tahun 2018, dapat kita tangani dengan baik, tidak ada penyakit yang menyebabkan kematian dalam jumlah besar,” tutupnya. (HDY)

