PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng bersama Tim PMI- International Federation, Selasa (15/01) menggelar rapat terkait penanganan korban bencana Palu, Sigi dan Donggala, di ruang kerja Sekretaris Provinsi (Sekprov), Hidayat Lamakarate,
Ada beberapa poin penting yang menjadi topic dalam rapat itu, salah satunya mekanisme distribusi bantuan, yakni secara cash lewat voucher ataupun bantuan perbaikan dengan material bangunan.
Untuk bantuan secara cash, melalui transfer dana yang besarannya Rp18 juta per Kepala Keluarga (KK) di hunian sementara (Huntara) yang akan dicairkan melalui tiga tahap. Masing-masing tahap sebesar Rp6 juta dengan mengacu presentase pekerjaan bangunan.
Sekprov Hidayat, menyatakan, masih banyak masyarakat korban bencana Pasigala yang memerlukan bantuan perumahan.
Ketua PMI Sulteng itu juga mengaku sedikit kecewa oleh sejumlah NGO yang mengaku akan membangunkan huntara dengan jumlah yang telah disepakati, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
Perwakilan Tim PMI Pusat, Bagian Bencana, M. Arief mengatakan, Tim Working PMI-International Federation merencanakan akan membangun huntara untuk 2000 KK dengan total target 2.681 unit.
Bantuan yang akan digulirkan merupakan bantuan yang berasal dari Qatar, Samsung, Malaysia Resque serta CIMB.
Pembangunan huntara sesuai usulan Sekprov, difokuskan di Kabupaten Sigi dan Donggala, mengingat daerah tersebut terkena dampak bencana Pasigala yang tinggi, disusul Kota Palu, Pasangkayu serta beberapa daerah lainnya.
Tim Working Group yang hadir dirapat itu, di antaranya Don, Arifin, Janak, Yusak, Reemi. mereka berasal dari beberapa Negara, yakni Amerika, India, Malaysia dan Pakistan. (YMN)

