SIGI – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sigi terus melakukan pemulihan seluruh sektor yang mengalami kerusakan pasca bencana yang terjadi di daerah itu.
Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (DP3D) Kabupaten Sigi Sutopo Sapto Condro, Rabu (19/12) mengatakan, gambaran sementara kerusakan serta kerugian yang terjadi di wilayah Sigi sebesar Rp. 6 triliun lebih.
Jumlah tersebut kata Sutopo, baru sementara dan masih dilakukan validasi kembali. Belum lagi kata dia, nilai pengurangan resiko bencana yang akan dilakukan.
“Semuanya akan dimasukan melalui pendataan yang dilaksanakan oleh tim kaji kebutuhan pasca bencanna, selanjutnya akan dimasukan dalam dokumen rencana aksi daerah”kata Sutopo.
Dirinya mengakui, pasca bencana September lalu, sangat mempengaruhi sektor ekonomi daerah. Menurut perhitungan dari Bappenas selama 1-2 tahun akan mengalami penurunan.
“Selain penurunan ekonomi juga akan terjadi peningkatan kemiskianan dan secara kasat mata dapat terlihat sendiri dilapangan,” ungkapnya.
Namun dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah juga tidak tinggal diam. Melalui OPD terkait, mencoba menggerakan ekonomi masyarakat dengan berbagai kegiatan seperti membangkitkan UMKM dan beberapa usaha lainnya.
Sektor pertanian juga kata dia, mulai bergerak pelan dan belum lama ini Bupati Sigi Moh Irwan bersama masyarakat dibererapa tempat melakukan penanaman.
Sebab diketahui kata Sutopo, wilayah sigi merupakan daerah pertanian yang tentunya pada sektor tersebut, perlu dilakukan pembenahan secepatnya khususnya perbaikan tanggul irigasi.
“kita tetap berkomitmen perekonomian di Kabupaten Sigi akan berangsur pulih dan lebih baik, dan tidak melupakan target-terget yang telah dituangkan dalam RPJMD untuk sigi bangkit lebih baik”ungkap Sutopo. (Awal)

