Skrol untuk membaca pos

DMI Bedah 25 Masjid Pasca Bencana Alam Sulteng

Muh. Rifai
Masjid Al-Ikhlas Pantoloan salahsatu dibedah DMI Pusat, Ahad, (21/10), (Foto : IKRAM/MAL)
A-AA+A++

PALU, Infopena.com – Dewan Masjid Indonesia (DMI) pusat membedah sekitar 25 masjid ditiga wilayah Palu, Sigi dan Donggala yang rusak akibat terdampak gempa 7,4 skala ricter (SR) beberapa waktu lalu.

“Ada 25 masjid sudah dibedah, artinya bukan bangun baru seperti masjid Al-Ikhlas Pantoloan yang saat ini, kita bantu karpet, sound sytem, sajadah, Alquran sarung dan buku-buku untuk anak-anak agar mereka bisa belajar kembali,” kàta Koordinator Lapangan, DMI Pusat Yadi Jentak, disela-sela pemasangan sound system di Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Palu Utara, Ahad, (21/10).

Dia mengatakan, Kota palu ada sekitar delapan masjid dan Mushola darurat kita set, Donggala ada 6 masjid dan sigi 10 masjid.

“Ada tiga donatur membiayai bedah masjid ini yakni , yayasan Haji Kalla mensuport 10 masjid, Bosowa Peduli 10 masjid dan pribadi Safrudin Menpan RB untuk lima masjid,” katanya.

Selain bedah masjid kata dia, kita juga membawa enam orang hafidz quran dari Jakarta, merupakan relawan mahasiswa perguruan tinggi ilmu Alquran Ciputat.

Tugas mereka yakni, kembali menghidupkan majelis-majelis taklim, Taman Pengajian Anak (TPA) agar anak-anak, ibu-ibu dan bapak kembali bergairah.

“Tujuan agar para korban tak terpuruk, kembali mengingat Allah SWT, membuka Alquran, sholat jamaah dimasjid diberikan siraman rohani, bahwa bencana ini jangan dijadikan sebagai penghalang untuk tidak mengingat Allah tapi sebagai cambuk lebih dekat dengan Allah,” katanya.

Dengan menghidupkan kembali masjid lanjutnya, harapanya masjid ini tetap diisi para jamaahnya baik bagi warga sekitar maupun pengungsi.

Selain itu, DMI memfasilitasi donatur yang akan menyisihkan sebagian hartanya untuk membangun kembali masjid yang rubuh.

“Kami mendapat informasi sdh tiga masjid yang akan dibantu donatur dari Timur Tengah,” katanya.

Menyusul masjid lainya dengan catatan takmir dan pengurus masjid proaktif membuat proposal berisikan keadaan masjid sebelum bencana, berapa jumlah jamaahnya , luas dan status tanahnya bersih dari sengketa.

“Agar kelak dikemudian hari bantuan datang tidak ada lagi sengketa, sang donatur digugat pemilik tanah,” tuturnya.

Dia menyarankan, pengurus masjid daerah jika ingin membangun masjid yang baru bisa meminta kepada DMI untuk desain dan struktur bangunan tahan gempa.Hal ini bisa diajukan melalui DMI daeràh maupun pusat.

Ia menambahkan, DMI telah memiliki standar untuk masjid tahan gempa, desainya telah ada dan telah diuji coba di Lombok.

“DMI bekerjasama dengan ikatan arsitektur indonesia membuat roadmap masjid tahan gempa,” imbuhnya. (Ikram)