PALU, Infopena.com –Ribuan mendatangi DPRD Kota Palu mendesak untuk mencopot Drs Hidayat dan Sigit Purnomo dari jabatan Walikota dan wakil walikota Palu, Jumat, (19/10/2018).
Ribuan massa itu mengawali aksinya usai Salat Jumat dari Masjid Alkhairaat Jalan SIS Aljufri, kemudian bergerak ke gedung DPRD Kota Palu.
Pimpinan aksi Habib Husain Al-Habsyi menilai kepemimpinan Hidayat tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin yang memihak kepada rakyat, karena dianggap tidak peduli suara tangis dan duka rakyat Palu yang mengalami dampak gempa tsunami dan likuifaksi, 28 September 2018 lalu.
Untuk memastikan keseriusan anggota DPRD Kota Palu, massa mendesak anggota dewan yang hadir untuk menandatangani mosi tak percaya kepada Walikota dan Wakil Walikota Palu.
Sekitar 10 anggota DPRD kota Palu yang hadir ikut menandatangani mosi tak pecaya tersebut yang diawali Ketua DPRD Ishak Cae menyusul mantan Ketua DPRD Muhammad Iqbal kemudian disusul anggota dewan lainnya.
Ketua DPRD palu, Ishak Cae berjanji akan membawa masalah tersebut ke rapat internal dewan.
Soal tuntutan walikota mundur dari jabatannya, Ishak menegaskan, semua ada prosedur dan mekanisme yang harus dilalui.
“Menurunkan walikota itu ada prosedurnya. Biarkan kami bekerja dulu di internal kami, tetapi tolong awasi kami,” katanya, seperti dikutip dari Sultengterkini.
Sebab jika salah dan tidak sesuai dengan aturan, maka tuntutan rakyat mengenai pergantian walikota dan wawali Palu akan ditolak.
Menurutnya, pihak DPRD Palu tidak akan mengenal lagi yang namanya Festival Palu Nomoni.
“Saya selaku ketua DPRD Kota Palu dan in shaa Allah teman-teman anggota dewan lainnya bahwa tahun 2019 tidak ada lagi anggaran untuk Palu Nomoni,” kata Ishak yang disambut pekikan takbir Allahu Akbar. (Delk/ST)

