PARE-PARE – Pemerintah Kabupaten Pare-Pare melalui Pemerintah Kelurahan Bukit Indah Kecamatan Soreang sangat peduli dengan keberadaan para pengungsi korban gempa dan tsunami dari Kota palu dan Donggala yang berada di wilayahnya.
Hamsiah salah seorang pengungsi asal Kota Palu mengatakan, kepedulian Pemerintah Kabupaten Pare-Pare terhadap keberadaan para pengungsi sangat baik, dimana sejak awal kedatangannya bersama keluarga mengungsi di Kelurahan Bukit Indah Kecamatan Soreang, pihaknya langsung di data dan diberikan bantuan.
“Alhamdulilah sejak awal saya datang bersama keluarga di sini bantuan logistik mengalir trus tidak ada dipersulit, bantuan datang sama pengungsi tidak seperti di Palu, sudah susah didapat banyak lagi prosedurnya,” ungkap Hamsiah.
Menurut dia, pemberian bantuan ini tidak perlu memakai kartu Keluarga atau KTP, asalkan warga itu benar pengungsi korban gempa dan tsunami pihaknya melayani secara baik dan pro aktif.
“Saya pergi mengungsi ke luar kota Palu karena keluarga kami terancam kelaparan, bantuan belum pernah kami dapati selama gempa dan tsunami dari Pemerintah Kota Palu. Dari pada kami kelaparan stok makanan yang kami punya makin menepis, kami pergi mengungsi ke Pare -Pare,” ungkapnya.
Selama dalam perjalanan, kami mendapatkan pelayanan yang baik dari pemerintah Kota Mamuju dan Kabupaten Majene, bagi pengungsi yang melintas diberikan makanan gratis, pengobatan gratis dan pakaian bekas.
Ditempat yang sama Lurah Bukit Indah kecamatan Soreang Yosep Lobo S. STP mengatakan, setiap pengungsi yang masuk di wilayahnya wajib di data.
Untuk di Kelurahan bukit indah jumlah pengungsi dari Kota Palu dan Donggala sebanyak 220 jiwa, terbagi di 29 titik di kelurahan Bukit Indah Kecamatan Soreang Kabupaten Pare-Pare.
“Setiap pengungsi yang masuk di kelurahan kami wajib di data dan kami berikan bantuan logistik. Bagi yang tidak memiliki tempat tinggal kami juga menyiapkan tempat tinggal sementara,” jelasnya.
Bantuan akan kami berikan setiap minggu, selagi para pengungsi masih menetap di wilayah kami. Bantuan yang di berikan berupa beras, telur, supermi, air mineral, kebutuhan bayi dan perlengkapan mandi.
Sementara, Sukri warga jalan Takalao di kelurahan Bukit Indah memberikan secara gratis alias cuma-cuma home stay miliknya kepada para pengungsi dari palu. Bantuan itu diberikan sebagai wujud kepedulian keluarganya kepada korban gempa dan tsunami dari Palu. (Irma)

