oleh

5 Fakta Miris Dibalik Syuting Film Dewasa

Sudahlah tidak usah bohong atau malu-malu. Pastinya banyak dari kita (terutama pria) yang pernah atau masih “rajin” nonton film dewasa bukan?

Dan tak memungkiri, menyaksikan film ini memang terasa deg-deg tapi “enak”. Dan bahkan menurut beberapa ahli kesehatan dan seksual, kegiatan ini bisa melepas seluruh stres yang ada sehingga, membuat tubuh terasa kian relaks saja.

Nah ketika kita sebagai konsumen merasa enak-enak saja, tahukah kalian kalau “aktor-aktor” nya justru tidaklah memiliki pengalaman pembuatan yang sama enaknya. Bahkan kru yang membuatnya juga merasakan demikian.

Tidak percaya? Langsung saja kita simak 5 fakta miris dibalik syuting film dewasa (biru) berikut seperti yang dilansir dari Uproxx dan beberapa sumber terkait lainnya.

1. Durasi Syuting Yang Lama

Fakta miris dibalik syuting film dewasa yang pertama adalah durasi syuting film ini tidaklah sebentar. Jangan dikira dengan filmnya yang cuma tinggal “main dan kelar” ini juga membutuhkan waktu yang sekilat itu.

Menurut pengakuan salah satu aktornya (yang tentunya enggan disebutkan namanya). Syuting 1 film dewasa bisa menghabiskan durasi dari 5-12 jam. Dan, setiap satu adegannya, minimal menghabiskan waktu 30 menit.

Oleh karenanya tak heran jika banyak aktornya yang mengatakan bahwa bekerja sebagai aktor film dewasa sangat menguras fisik dan mental.

2. Banyak Editan di Film Dewasa

Fakta miris dibalik syuting film dewasa selanjutnya adalah adegan yang kita lihat di film, sebagaian besar adalah hasil penyuntingan atau edit.

Jadi begini. Katakanlah kita menyaksikan film dewasa berdurasi 30 atau 35 menit. Dan kita terkadang terpukau sendiri melihat betapa kuatnya kedua aktor berhubungan dalam durasi selama itu.

Well, faktanya kedua mata polos kita ini berhasil menipu kita. Jadi menurut salah satu aktor, adegan-adegan berhubungan tersebut rata-rata hasil penyuntingan semua. Jadi si kedua aktor, harus berada di posisi bercinta spesifik TAPI, ia tidak boleh bercinta.

Jadi hanya penetrasi atau oral, tapi tidak melakukan apa-apa sama sekali selama 20-50 detik. Tujuannya, ya untuk menjadikan posisi ini sebagai yang diambil untuk adegannya. Nah untuk yang gerakannya, diambil lagi secara terpisah. Benar-benar awkward binti cringy.

3. Tidak Boleh Makan di Set

syuting film dewasa
Adria Rae (Foto: Twitter / @adriarae8)

Ya inilah derita fisik yang sangat gila-gilaan apabila kita menjadi aktor film dewasa terlebih, wanitanya. Jadi menurut salah satu aktrisnya, ia selama syuting tidak boleh makan bahkan, untuk 1-2 tangkap sandwich sekalipun.

Dan hal ini memang masuk akal (walau sekali lagi sangat menderita). Karena apabila kita makan dan minum sebelum syuting, akan banyak banget pengaruhnya seperti: Mengantuk dan juga buang air kecil dan buan air besar.

Terlebih jika si perempuan syuting adegan anal (seks dari dubur). Apabila mereka makan dan kemudian, melakukan adegan, dijamin si wanita akan buang air besar ketika melakukan adegannya.

Aktris film dewasa imut, Adria Rae pernah mengungkapkan di sebuah video YouTube kalau ia hanya makan mi kotak instan (cup noodles) di malam sebelum syuting keesokan harinya. Dan mi tersebut adalah makanan “terakhirnya” hingga esok ia selesai syuting lagi.

4. Bau Tidak Enak Di Lokasi Syuting

Film dewasa tentunya membutuhkan aktornya untuk benar-benar bugil. Dan tentunya ketika buka seluruh pakaian, tidak semua aktornya beraroma harum. Ada saja mungkin yang belum mandi atau memang agak berbau tidak sedap.

Nah banyangkan hal tersebut digandakan dengan aroma berbagai cairan tubuh (body fluid) seperti keringat, sperma, pipis, dan sebagainya. Pokoknya menurut salah satu yang pernah bekerja di lokasi syuting, semuanya benar-benar beraroma sangat busuk.

5. Pria Harus “Tegang” Terus

Dan inilah fakta yang benar-benar miris dibalik syuting film dewasa. Memang diantara proses syutingnya terdapat waktu istirahat (break time).

Nah break time ini bukan hanya sekedar benar-benar untuk istirahat, namun juga untuk sutradara dan kru me-review adegan-adegan yang telah direkamnya. Ya seperti proses syuting film “normal” pada umumnya.

Namun untuk proses syuting film dewasa, si pria haruslah terus dalam keadaan “siap sedia”. Alias, penisnya harus terus menegang (berdiri). Tidak boleh tidak. Oleh karenanya tak heran jika dalam keadaaan istirahat pun, si aktor pria, mengisi waktunya dengan terus menegangkan penisnya baik sendiri atau dibantu dengan lawan mainnya.

Kalaupun tidak bisa, maka ia mau taa mu harus mengkonsumsi viagra. Benar-benar sakit dan menyedihkan bukan? Nah sekarang bagaimana nih pendapatmu dengan pembahasan 5 fakta miris dibalik syuting film dewasa nya ini?

loading...

Komentar