Persaingan papan atas BRI Super League 2025-26 berlangsung ketat hingga akhir musim. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda sama-sama mengoleksi 79 poin dari 34 pertandingan, namun Persib berada di puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol dan catatan lainnya.

Persib menutup musim dengan 24 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan. Klub asal Bandung itu mencetak 59 gol dan kebobolan 22 kali dengan selisih gol +37. Sementara Borneo FC tampil sangat produktif dengan torehan 74 gol dan hanya kebobolan 31 kali, menghasilkan selisih gol +43. Meski demikian, posisi akhir tetap menempatkan Persib di urutan pertama klasemen akhir.

Di posisi ketiga, Persija Jakarta mengumpulkan 71 poin hasil dari 22 kemenangan, lima imbang, dan tujuh kekalahan. Persija menjadi salah satu tim paling konsisten sepanjang musim dengan produktivitas mencapai 65 gol dan hanya kebobolan 29 gol.

Persaingan zona papan atas juga diwarnai performa stabil Persebaya Surabaya yang finis di posisi keempat dengan 58 poin. Tim asal Surabaya itu mencatatkan 16 kemenangan dan menjadi salah satu tim dengan lini serang paling tajam setelah menghasilkan 61 gol sepanjang musim.

Sementara itu, posisi lima besar ditutup Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan 53 poin. Klub tersebut unggul tipis dari Malut United FC dan Dewa United Banten FC yang juga sama-sama mengoleksi 53 poin.

Di papan tengah, Bali United FC finis di posisi kedelapan dengan 51 poin. Kemudian Arema FC berada di peringkat kesembilan dengan 48 poin, disusul Persita dan PSIM Yogyakarta yang sama-sama meraih 45 poin.

Musim ini juga menjadi tantangan berat bagi beberapa klub tradisional. Persik Kediri hanya mampu finis di posisi ke-12 dengan 39 poin setelah kebobolan 61 gol sepanjang musim. Persijap Jepara berada satu tingkat di bawahnya dengan 36 poin.

Zona bawah klasemen dihuni Madura United FC, PSM Makassar, dan Persis Solo yang sama-sama berjuang keras hingga pekan terakhir untuk menghindari posisi terbawah.

Dua tim dengan performa terburuk musim ini adalah Semen Padang FC dan PSBS Biak. Semen Padang hanya mengumpulkan 20 poin dari 34 laga dengan catatan 24 kekalahan. Sementara PSBS Biak berada di dasar klasemen dengan 18 poin serta kebobolan paling banyak, yakni 95 gol.

Kompetisi BRI Super League 2025-26 menghadirkan persaingan ketat hampir di semua lini klasemen. Produktivitas gol tinggi dari sejumlah klub menunjukkan kualitas kompetisi yang semakin meningkat. Persaingan gelar juara yang berlangsung hingga akhir musim juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta sepak bola nasional. (Rfi)