Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Posona, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. Insiden yang melibatkan mobil penumpang dan sepeda motor itu mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut melibatkan mobil penumpang jenis Toyota Avanza 1.3 E M/T warna hitam bernomor polisi DN 1423 K yang dikemudikan Ridwan Sambayang (54), seorang aparatur sipil negara (PNS) yang berdomisili di Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi. Kendaraan tersebut bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam bernomor polisi DN 6103 PS yang dikendarai Mulfadianti (36), seorang karyawan honorer asal Desa Kasimbar, Kecamatan Kasimbar.

Berdasarkan kronologis kejadian yang dihimpun dari pihak kepolisian dan saksi di lokasi, kecelakaan bermula ketika kedua kendaraan melintas di ruas Jalan Trans Sulawesi di wilayah Desa Posona. Mobil Avanza diketahui datang dari arah selatan, sementara sepeda motor Nmax melaju dari arah utara.

Saat berada di titik kejadian, kedua pengendara berusaha menghindari lubang yang terdapat di badan jalan. Namun, manuver yang dilakukan hampir bersamaan membuat kedua kendaraan tidak sempat menghindari satu sama lain.

Benturan keras pun terjadi di tengah jalan. Akibat tabrakan tersebut, pengendara sepeda motor terjatuh dan terpental sejauh kurang lebih lima meter hingga masuk ke semak-semak di pinggir jalan.

Korban Mulfadianti mengalami luka berat pada beberapa bagian tubuh. Luka yang dialami di antaranya luka robek pada pelipis sekitar 7 sentimeter, luka robek di punggung kaki kanan, patah pada tangan kiri, luka pada jempol kaki kiri, serta mengeluarkan darah dari kedua telinga.

Akibat luka yang cukup parah tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, pengemudi mobil Avanza, Ridwan Sambayang, dilaporkan tidak mengalami luka dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Mahmud (49), warga Desa Posona, mengatakan kecelakaan terjadi sangat cepat. Ia yang berada tidak jauh dari lokasi melihat kedua kendaraan sama-sama berusaha menghindari lubang di badan jalan.

“Saya lihat keduanya sama-sama menghindari lubang di jalan. Tapi karena waktunya hampir bersamaan, akhirnya mereka bertabrakan,” ujar Mahmud saat dimintai keterangan.

Setelah benturan terjadi, warga sekitar langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan. Namun kondisi korban yang mengalami luka berat membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta akibat kerusakan pada kedua kendaraan yang terlibat.

Kapolsek Kasimbar, IPDA Komang Sukania, menjelaskan, pihak kepolisian segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai kejadian tersebut.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat, anggota kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP awal, mengecek kondisi korban, serta mengamankan barang bukti dan kendaraan yang terlibat kecelakaan,” ujar Komang Sukania.

Polisi juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian guna menghindari kemacetan serta memastikan situasi tetap kondusif selama proses penanganan berlangsung.

Menurut Kapolsek, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti kronologis kejadian serta faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, kondisi jalan yang rusak atau berlubang dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama jika pengendara tidak waspada saat melintas.

Oleh karena itu, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di ruas jalan yang memiliki kondisi rusak atau berlubang.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan saat melintas di jalan yang rusak, serta tetap fokus saat berkendara agar dapat mengantisipasi potensi bahaya di jalan raya,” tegasnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan untuk lebih mengutamakan keselamatan saat berkendara, sehingga kejadian serupa yang menimbulkan korban jiwa dapat dicegah di kemudian hari.

Polisi juga mengingatkan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta kewaspadaan di jalan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. ***