Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk menyampaikan rencana strategis pembangunan daerah yang berfokus pada penguatan sektor pertanian dan pariwisata. Dalam pertemuan tersebut, Anwar Hafid memaparkan rencana hilirisasi komoditas kelapa serta pengembangan potensi wisata Danau Paisupok sebagai langkah mendorong kesejahteraan masyarakat dan petani di Sulawesi Tengah.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Bappenas ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa agenda pembangunan daerah ke depan harus berorientasi pada peningkatan nilai tambah sumber daya lokal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu fokus utama yang dibawa adalah hilirisasi kelapa, mengingat komoditas tersebut menjadi sumber penghidupan bagi banyak petani di Sulawesi Tengah.

Menurut Anwar Hafid, selama ini kelapa dari Sulawesi Tengah sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai ekonomi yang diterima petani belum maksimal. Melalui program hilirisasi, pemerintah daerah ingin mendorong pengolahan kelapa menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, rantai ekonomi tidak berhenti di tingkat produksi bahan baku, tetapi berlanjut hingga industri pengolahan yang dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kedatangan kami ke Bappenas ini untuk menyampaikan rencana hilirisasi kelapa dan juga membahas potensi pariwisata kami, Danau Paisupok. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan daerah kita, khususnya bagi masyarakat dan petani kita,” ungkap Gubernur Anwar Hafid, Rabu (14/1/2026).

Selain sektor pertanian, Anwar Hafid juga memaparkan potensi pariwisata Danau Paisupok yang berada di Sulawesi Tengah. Danau ini dinilai memiliki daya tarik alam yang kuat dan berpotensi menjadi destinasi unggulan apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan. Pemerintah provinsi berharap pengembangan Danau Paisupok tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui sektor jasa, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Dalam pemaparannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya dukungan perencanaan dari Bappenas agar pengembangan pariwisata dilakukan secara terpadu. Ia menilai perencanaan yang matang akan memastikan pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat berjalan seimbang. Dengan dukungan pemerintah pusat, pengembangan Danau Paisupok diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan pariwisata berbasis potensi lokal.

Jajaran Kementerian PPN/Bappenas menyambut positif rencana yang disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah tersebut. Staf Khusus Menteri PPN, Sukmo Harsono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah daerah yang melibatkan Bappenas sejak tahap perencanaan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami pada dasarnya berterima kasih kepada Pak Gubernur karena melibatkan kami dalam upaya memajukan daerah. Tentunya perencanaan yang baik akan menghasilkan keputusan yang baik pula,” ujar Sukmo Harsono.

Sukmo menambahkan bahwa Bappenas secara prinsip mendukung berbagai program pemerintah daerah yang bertujuan membangun ekonomi kerakyatan dan mengurangi kemiskinan. Ia menilai rencana hilirisasi kelapa dan pengembangan pariwisata Danau Paisupok sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong pemanfaatan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, Sukmo menyampaikan bahwa penguatan sektor pertanian dan pariwisata merupakan dua pilar penting dalam pembangunan daerah. Hilirisasi komoditas pertanian, termasuk kelapa, dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal. Sementara itu, pengembangan pariwisata yang terencana dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru tanpa harus mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

Bappenas, kata Sukmo, akan terus mendorong pemerintah daerah agar menyusun perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap dukungan dan sinergi dengan Bappenas dapat mempercepat realisasi program-program prioritas daerah. Hilirisasi kelapa dan pengembangan pariwisata Danau Paisupok diharapkan tidak hanya menjadi rencana di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai perencanaan. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat, agenda pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat dan petani dapat terwujud dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Sulawesi Tengah. ***