Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma yang dikenal luas karena pendekatan reformis dan kedekatannya dengan umat, meninggal dunia pada Senin pagi, 21 April 2025, sekitar pukul 07.35 waktu setempat.

Ia wafat pada usia 88 tahun setelah berjuang cukup lama melawan sejumlah penyakit yang menyerang sistem pernapasannya.

Kabar duka ini diumumkan oleh Kardinal Kevin Farrell melalui pernyataan video yang ditayangkan saluran televisi Vatikan. Dalam pernyataannya, Farrell menyebut Paus telah “pulang ke rumah Bapa”, tanpa menjelaskan detail lebih lanjut terkait kondisi terakhirnya.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi vaticannews.va, Paus Fransiskus sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat bronkitis di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli pada 14 Februari 2025. Sebelumnya lagi, ia sempat menjalani operasi di Argentina untuk mengangkat sebagian paru-parunya akibat infeksi saluran pernapasan yang berkembang menjadi pneumonia ganda.

Meski sempat stabil dan bahkan tampil di hadapan ribuan umat dalam Misa Paskah, kondisi kesehatannya belakangan kembali menurun drastis. Kombinasi antara bronkitis akut dan riwayat infeksi paru-paru yang berkepanjangan diyakini memperburuk fungsi pernapasannya.

Paus Fransiskus, yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, dikenal sebagai Paus pertama dari Amerika Latin dan ordo Jesuit pertama yang memimpin Vatikan. Sejak terpilih pada 2013, ia memprioritaskan pelayanan kepada kaum miskin, pengungsi, serta pembaruan Gereja dalam berbagai aspek. ***