JAKARTA – Lonjakan positif COVID-19 kembali terjadi di California, Amerika Serikat dan Inggris. Menanggapi hal tersebut, Apple kemudian menutup sementara sejumlah tokonya yang ada di sana.

Apple resmi menutup sementara 53 toko di California karena pandemi COVID-19. Apple juga menutup 16 toko di Inggris setelah pembatasan kembali diberlakukan pemerintah di London.

Juru bicara Apple mengatakan bahwa penutupan sementara toko di California menyusul kasus COVID-19 melonjak di negara bagian Amerika Serikat itu.

“Karena kondisi COVID-19 saat ini di beberapa komunitas yang kami layani, kami menutup sementara toko di area ini. Kami mengambil langkah ini dengan sangat hati-hati karena kami memantau situasi dengan cermat dan kami berharap tim dan pelanggan kami kembali secepat mungkin,” kata juru bicara Apple dikutip Reuters, Minggu, 29 Desember 2020. 

Pelanggan masih bisa mengambil pesanan untuk beberapa hari ke depan. Namun, pernyataan itu tidak menyebut kapan Apple akan membuka kembali toko-toko tersebut.

Kasus COVID-19 melonjak di Amerika Serikat dan Inggris. Di AS, lebih dari 17,4 juta terinfesiksi virus tersebut dan sekitar 314.000 kematian karena COVID-19.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, pada Sabtu, 20 Desember 2020, memberlakukan pembatasan wilayah terhadap lebih dari 16 juta orang di Inggris. Johnson juga mengatakan London dan Inggris tenggara saat ini akan diberlakukan pembatasan wilayah Tier 4. 

Orang-orang di wilayah tersebut dihimbau tetap berada di rumah, kecuali untuk alasan penting, seperti pekerjaan. Toko ritel non-esensial, tempat rekreasi dan hiburan yang berada dalam ruangan akan ditutup. [Ant]