HUMI Bukukan Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ekspansi 2025 Sudah Dimulai
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menutup tahun 2024 dengan catatan positif. Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang tidak hanya stabil, tapi juga bersejarah. Laba bersih mencapai USD 368.603, naik 2,90% dari tahun sebelumnya.
Meski angka persentasenya terlihat konservatif, bagi HUMI ini adalah hasil dari konsistensi strategi dan ketangguhan menghadapi tantangan industri maritim.
Dibalik pencapaian laba tersebut, terdapat lonjakan pendapatan signifikan hingga USD 127,68 juta, tumbuh 20,02% dibanding 2023. Angka ini menjadi konfirmasi bahwa HUMI bukan sekadar bertahan, tetapi juga agresif dalam menumbuhkan pasar. Sejalan dengan itu, laba kotor ikut naik menjadi USD 31,17 juta, naik hampir 7% dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat, menyoroti sektor transportasi kimia sebagai motor utama pendongkrak pendapatan tahun lalu.
“Adanya pertumbuhan signifikan akan permintaan kebutuhan kapal untuk pengangkutan bahan kimia seperti asam sulfat dan methanol berhasil mendorong pendapatan Perseroan pada sektor ini selama tahun 2024,” ucapnya dalam rilis resmi perusahaan.
Kontribusi dari sektor Marine Support juga tak kalah berperan, dengan pertumbuhan 8,40%.
Menurut Tirta, lonjakan ini berkat optimalisasi time charter seluruh kapal tunda yang dimiliki perusahaan. Ia menambahkan bahwa di tahun 2025, jumlah armada pada segmen ini akan bertambah secara signifikan.
Di balik catatan keuangan yang menjanjikan, HUMI juga menunjukkan arah yang jelas dalam diversifikasi portofolio dan ekspansi pasar. Perusahaan tak hanya menambah armada kapal, namun juga mengembangkan sektor chemical tanker dan tug assists, dua segmen yang disebut Tirta sebagai tulang punggung bisnis ke depan.
“Kami agresif menambah armada dan memperkuat posisi di segmen-segmen tersebut untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Pencapaian ini tak lepas dari strategi efisiensi biaya dan pengelolaan operasional yang dikawal ketat. Optimalisasi rute pelayaran, penerapan digitalisasi dan sistem pemeliharaan berbasis teknologi menjadi fondasi utama yang mendukung stabilitas margin keuntungan.
HUMI juga mulai mengintegrasikan nilai-nilai ESG (Environmental, Social, Governance), termasuk pengurangan emisi karbon dan partisipasi dalam program sosial di komunitas sekitar.
Menginjak tahun 2025, HUMI telah menyiapkan anggaran USD 39,57 juta untuk ekspansi besar-besaran.
“Sepanjang tahun 2025, HUMI menargetkan untuk melakukan akuisisi terhadap 10 kapal dan pengembangan LNG logistic support,” ungkap Tirta.
Ia memastikan, bahwa seluruh ekspansi ini tidak sekadar memperluas jaringan operasional, tapi juga didesain untuk meningkatkan efisiensi dan layanan pelanggan.
Target 10 kapal itu mencakup 4 Oil & Chemical Tanker, 5 Tugboat, dan 1 Platform Supply Vessel (PSV), serta satu unit untuk LNG logistic support. Hingga kuartal pertama 2025, HUMI telah merealisasikan dua kapal: MT Mac Singapore dan MT Marlin 88. Kapal terakhir disebut memiliki spesifikasi ideal untuk mengangkut berbagai produk migas bersih seperti Pertalite, Dexlite, Kerosene, hingga Light Naphtha.
“Dengan implementasi Plan Maintenance System dan optimalisasi bunker, seluruh armada kami memberikan dampak positif pada pelanggan, untuk memperkuat posisi HUMI sebagai perusahaan pelayaran yang berdaya saing tinggi di pasar global,” tutup Tirta.
Langkah HUMI di 2024 memang tak sekadar bertahan dari terpaan industri. Ia menunjukkan bagaimana perusahaan maritim nasional bisa tetap kompetitif lewat perencanaan matang, ekspansi terarah, dan keberanian mengambil peluang dalam industri yang terus berubah. (Rfi)
