Mengenal Tokoh Utama dan Pesan Moral dari Cerita Bawang Merah Bawang Putih
“Bawang Merah Bawang Putih” adalah cerita rakyat terkenal Indonesia yang berasal dari Provinsi Riau. Cerita ini dimulai dengan mengisahkan kehidupan seorang janda yang memiliki dua putri cantik, yaitu Bawang Putih dan Bawang Merah.
Diceritakan ibu kandung Bawang Putih telah lama meninggal dunia. Setelah ayahnya menikah lagi, tidak lama kemudian sang ayah juga menyusul ibu kandungnya meninggalkan dunia selama – lamanya. Dengan begitu, Bawang Putih harus tinggal bersama ibu tiri dan juga saudara tirinya Bawang Merah. Bawang Putih dan Bawang Merah digambarkan sebagai pribadi dengan sifat yang sangat bertolak belakang.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cerita “Bawang Merah Bawang Putih”, bisa simak rangkuman di bawah ini!
- Tokoh Utama Cerita Bawang Merah Bawang Putih
Tokoh utama dalam cerita ini adalah Bawang Putih, Bawang Merah, ibu tiri, dan nenek tua. Keempat tokoh utama tersebut memengaruhi alur cerita “Bawang Merah Bawang Putih” serta pesan moral yang terkandung di dalamnya.
- Bawang Putih : karakter utama yang digambarkan sebagai sosok yang rendah hati, tekun, rajin, jujur, dan baik hati. Walaupun ia kerap diperlakukan tak adil oleh ibu tiri dan saudari tirinya yakni Bawang Merah, namun Bawang Putih tetap setia dan bahkan tak pernah mengeluh. Ketulusan hatinya terlihatnya ketika Bawang Putih mencari kain yang hilang dengan sungguh – sungguh.
- Bawang Merah : memiliki sifat bertolak belakang dengan Bawang Putih. Sifatnya sombong, malas, suka foya – foya, tamak, dan juga cemburu pada Bawang Putih. Karakter Bawang Merah mencerminkan sifat buruk yang menjadi makin buruk karena mendapat perlakuan istimewa dari ibunya.
- Ibu Tiri : tokoh yang tidak adil dan membedakan perlakuan antara Bawang Putih dan Bawang Merah. Ia selalu memanjakan Bawang Putih, sedangkan Bawang Putih dibebani dengan semua pekerjaan rumah. Perlakuan tak adilnya membuat dinamika konflik dalam cerita rakyat ini.
- Nenek Tua : karakter penting yang muncul dalam petualangan Bawang Putih. Ia memberikan pelajaran moral kepada Bawang Putih dan Bawang Merah melalui hadiah – hadiahnya.
- Pesan Moral dari Cerita “Bawang Merah Bawang Putih”
Pesan moral yang bisa dipetik dari cerita “Bawang Merah Bawang Putih” berkaitan erat dengan karakter – karakter yang ada dalam cerita. Mengutip dari Jurnal Referen Vol. 1, No. 1 (2022), berikut ini pesan moral yang ingin disampaikan cerita “Bawang Merah Bawang Putih” kepada pembacanya:
- Pentingnya Memiliki Sifat Baik dan Sabar
Cerita rakyat ini ingin menekankan bahwa pentingnya memiliki sifat baik, kesabaran, dan ketulusan hati, seperti yang tercermin dari karakter tokoh utama Bawang Putih. Meskipun sering diperlakukan tidak adil, namun ia tetap setia dan tidak pernah mengeluh.
- Pentingnya Perlakuan yang Adil
Cerita ini menggambarkan ketidakadilan seorang ibu memperlakukan kedua anaknya, Bawang Putih dan Bawang Merah. Hal itu mencerminkan pentingnya memperlakukan secara adil dan kesetaraan dalam hubungan keluarga.
- Dampak Memiliki Sifat Tamak dan Iri Hati
Hal ini bisa dilihat dari karakter Bawang Merah dan ibunya atas konsekuensi sifat tamak dan iri hati mereka. Pilihan bersikap menjadi tamak atau berfoya – foya dan dipenuhi iri hati bisa berujung pada kesialan.
- Pentingnya Saling Memaafkan
Pesan moral ini bisa dilihat saat Bawang Putih memaafkan ibu tiri dan Bawang Merah, meskipun mereka telah berlaku tak adil padanya. Cerita “Bawang Merah Bawang Putih” ingin menunjukkan bahwa pentingnya pengampunan dan kemampuan untuk menerima kesalahan orang lain.
