Ramadan merupakan bulan suci penuh berkah yang kedatangannya ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Pada bulan berlimpah rahmat ini, umat yang beriman diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Akan tetapi, hal ini membuat para ibu hamil bimbang. Pasalnya, menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari tentu akan membuat energi banyak berkurang. Meski demikian, para ibu hamil (bumil) tidak perlu risau karena ada beberapa tips untuk memastikan kesehatan tetap terjaga selama menjalankan puasa.

Mengatur Pola Makan Sehat Saat Sahur dan Berbuka

Salah satu cara terbaik untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat adalah mengatur pola makan dengan benar.

Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang seperti karbohidrat kompleks dari nasi merah maupun gandum utuh; protein dari telur, tempe, ikan, serta daging dengan tingkat kematangan yang pas; dan serat dari sayuran dan buah-buahan bisa membuat tubuh lebih bertenaga.

Jauhi makanan dan minuman yang mengandung kadar lemak dan glukosa yang tinggi. Perubahan kadar gula darah yang berlangsung cepat bisa mengakibatkan tubuh terasa lemas dan pusing. Apabila bumil tetap ingin mengonsumsi sesuatu yang manis, pilihlah makanan yang memiliki serat seperti buah kurma.

Makanan kaleng dan makanan yang mengandung pengawet sebaiknya dijauhi saat sahur karena bisa mengganggu kehamilan serta tidak memberikan banyak energi. Pada saat berbuka, makanlah secara perlahan untuk menghindari penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan.

Pengolahan makanan dengan teknik merebus atau mengukus sampai matang juga tergolong lebih baik daripada teknik menggoreng. Jika sesekali bumil ingin mengonsumsi makanan yang digoreng, pastikan tidak menggunakan minyak yang dipakai ulang.

Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Pada saat melaksanakan puasa, tidak ada makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu hamil. Simpanan karbohidrat dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh akan memberikan energi. Akan tetapi, tubuh tidak bisa menyimpan air yang keluar melalui keringat dan juga urine.

Oleh karenanya, konsumsi air mineral setidaknya dua liter sehari untuk mencegah dehidrasi. Atur jadwal minum dengan baik, misalnya dua gelas saat berbuka, dua gelas sebelum tarawih, dua gelas setelah tarawih, dua gelas sebelum tidur, dan sisanya saat melaksanakan sahur.

Minuman yang memiliki kadar kafein seperti teh dan kopi sebaiknya dihindari karena mengakibatkan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih tinggi. Hal ini berdampak pada risiko mengalami kehausan dan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.

Menghindari Stres pada Saat Puasa

Ketika menjalani ibadah puasa di bulan suci ini, kesabaran seorang ibu hamil kemungkinan besar akan diuji lagi apalagi jika harus disibukkan dengan persiapan sahur dan berbuka untuk anggota keluarga. 

Selain itu, pada kondisi ini, ibu hamil cenderung memiliki hormon stres yang lebih tinggi dibandingkan pada hari-hari biasa. Hal tersebut bisa berdampak pada menurunnya kesehatan diri dan juga calon bayi.

Maka dari itu, apabila dalam menjalankan ibadah ini bumil merasa stres, redakan dengan beberapa teknik relaksasi, seperti misalnya melatih pernapasan, melakukan yoga, dan bermeditasi. Ibu hamil juga bisa menjalankan ibadah seperti berzikir untuk membuat perasaan menjadi lebih terkontrol.

Meminimalisir Kegiatan yang Membuat Kondisi Lebih Lelah

Aktivitas fisik yang masuk dalam golongan berat adalah jika selama melakukannya bisa membuat denyut jantung dan frekuensi napas meningkat serta tubuh mengeluarkan banyak keringat. Sebagai contoh, bersepeda lebih dari lima belas kilometer, berjalan dengan sangat cepat, dan mengangkat barang dengan beban yang berat.

Semua aktivitas tersebut sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Jika pekerjaan rumah tangga juga terasa melelahkan, bumil bisa meminta anggota keluarga lain untuk membantu. Jangan lupa untuk mencukupi waktu tidur selama kurang lebih 8 jam sehari.

Sekiranya ibadah ramadan yang dijalani berpotensi mengurangi waktu tidur di malam hari, bumil bisa mencukupinya dengan istirahat lebih lama di siang hari agar membuat ibadah ini tetap lancar dan membantu tubuh tetap bugar.

Nah, itulah beberapa tips puasa untuk ibu hamil agar tetap sehat. Jangan lupa untuk mengikuti jadwal pemeriksaan kehamilan supaya kondisi tubuh tetap terkontrol. Jangan paksakan diri saat menjalani ibadah ini apabila muncul gejala seperti dehidrasi, penurunan berat badan, dan rasa nyeri pada perut, karena kesehatan diri dan calon bayi jauh lebih penting.

Referensi:

https://www.alodokter.com/panduan-aman-puasa-saat-hamil-agar-ibu-dan-bayi-tetap-sehat

https://www.alodokter.com/ini-yang-harus-diperhatikan-sebelum-menjalani-puasa-saat-hamil

https://www.halodoc.com/artikel/tips-aman-puasa-bagi-ibu-hamil

https://www.halodoc.com/artikel/tips-aman-puasa-bagi-ibu-hamil-5-bulan