Kronologis Pasutri di Tolitoli Diterkam Buaya
TOLITOLI – Pasangan suami istri (pasutri) bernama Suardi alias Okol dan Erni warga Desa Buga, Kecamatatn Ogodeide, Kabupaten Tolitoli diterkam buaya di sungai Maraja Desa Kamalu, Minggu (23/8/2020) sekira Pukul 16.00 Wita. Akibat kejadian itu, Erni yang menjadi korban dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.
Camat Ogodeide, Rahmudin menyebutkan, kronologis kejadian berawal saat pasutri itu pergi ke sungai yang berlokasi di antara Desa Batuilo dengan Desa Buga untuk mencari sayur.
Setibanya di sungai, tiba-tiba ada seekor buaya langsung menerkam suami korban. Secara spontan, Erni langsung menolong dengan cara menarik suaminya.
Setelah suaminya selamat dari terkaman buaya, tiba-tiba Erni terjatuh dan saat itu langung diterkam buaya.
“Awalnya suami korban yang diterkam buaya, sampai baju yang digunakan robek. Setelah suaminya selamat, justru istrinya terjatuh dan saat itulah seekor buaya langsung memangsa korban sampai saat ini belum di temukan,” kata Camat Ogodeide kepada JurnalNews, Minggu (23/8/2020) malam.
Saat ini kata Camat, warga di dua desa yakni Desa Batuilo dengan Desa Buga lagi berbondong-bondong mencari korban di sepanjang sungai.
“Warga saat ini masih mencari korban di sepanjang sungai, di mana korban diterkam buaya,” katanya.
Rahmudin mengatakan, pihaknya sudah melaporkan ke Badan Prnanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas, untuk di lakukan pencarian.
“Kami sudah laporkan ke BPBD dengan Basarnas untuk dilakukan pencarian teehadap korban,” ujarnya.
Menurut Rahmudin, selama ia menjabat sebagai Camat Ogodeide, sudah 4 warga di wilayah itu yang diterkam buaya. Pihaknya sudah sering mengimbau kepada warga agar tidak pergi ke sungai Maraja.
“Saya sudah sering menghimbau kepada warga untuk tidak pergi ke sungai Maraja, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.
Terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Andrias Hendrik Johannes mengatakan, pihaknya telah menerima laporan adanya kejadian membahayakan manusia, yakni warga yang diterkam buaya.
“Laporan kami terima dari putra Kades Kamalu bernama Harjan pada Senin, 24 Agustus 2020 Pukul 08:45 Wita. Setelah menrima laporan, kami langsung mengirimkan tim Rescue untuk melakukan pencarian terhadap korban hilang,” kata Andrias Hendrik Johannes, dalam keterangannya pada Senin (24/8/2020) siang.
Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolis berjumlah 3 orang telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan Operasi pencarian pada pukul 09:00 Wita.
Unsur SAR melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Tolis sebanyak 3 orang, Babinkamtibmas satu orang, Babinsa satu orang dan masyarakat sebanyak 20 orang. [JurnalNews]
