Irna Mutiara: Bisnis Online, Lebih Baik Endorse Daripada Nge-Tag
SIAPA yang tak kenal dengan Irna Mutiara, Ia merupakan salah satu desainer busana muslim sukses di Indonesia. Wanita kelahiran 24 Januari 1970 itu bercerita, awalnya ia terjun menjadi desainer karena senang mendesain dan hidup dalam lingkungan keluarga yang menekuni bisnis jahit-menjahit. Dulu wanita yang selalu tampil syar’i ini juga dikenal sebagai penjahit bukan desainer.
Dikutip dari wolipop.detik.com, Irna mengaku, sempat bekerja menjadi penjahit di pabrik garmen busana untuk anak di kawasan Bandung selama lima tahun. Kemudian ia berpikir kalau bekerja dengan orang lain bukan pekerjaan yang bisa menjanjikan ke depannya. Bertepatan dengan pergolakan yang terjadi di 1998, ia memutuskan membangun bisnis keluarga di bidang jahit-menjahit.
Bisnis fashion kini tumbuh pesat, khususnya oleh pebisnis perempuan. Nah, sebelum bergelut di dalamnya, simak tips sukses berbisnis fashion dari Irna Mutiara, salah satu pendiri Trimoda Uptodate Group pemilik brand Up2date, label busana muslim yang kini memiliki 28 outlet di seluruh Indonesia.
“Ketika seseorang berniat berbisnis di bidang fashion , yang pertama harus dipikirkan adalah konsep bisnis seperti apa yang dia inginkan? Misalnya berbisnis busana muslim. Ini ada kategorinya, apakah busana muslim kasual, pengantin, busana kerja, atau lainnya. Kalau yang kasual, harus jelas untuk usia berapa, segmennya yang mana, apakah kelas menengah atas atau bawah?” jelas Irna Mutiara tentang tips sukses berbisnis fashion.
Selain itu, harus dipastikan dulu produk yang dijual apakah berupa reseller atau membuat produk sendiri kemudian dijadikan bran tertentu. Namun, bila berniat membuat brand sendiri, ia menambahkan, ada syarat khusus.
Meski tak harus bisa menjahit, pemilik brand harus tahu bahan baku yang dipakai, di mana bisa mendapatkannya, di mana harus menjahitkan, dan harus tahu pola sehingga baju yang dibuat bisa melekat nyaman di tubuh pemakai.
“Kalau belum tahu, cari orang yang sudah paham, misalnya join dengan bagian produksi, jadi bahan diserahkan pada mereka untuk dijahit. Kita bisa memilih mau fokus di mana, apakah di penjualan, produksi, desain, atau detil,” tandas Irna.
Ia memberi pemahaman, bisnis fashion merupakan bisnis yang sangat luas, sehingga kita harus menentukan bagian mana yang akan diambil.
Untuk pemula, tak ada salahnya memulai dari reseller dan dijual secara online terlebih dahulu. Pasalnya, selain lebih simpel, berjualan lewat online juga lebih murah karena tidak perlu membayar ruangan dan karyawan.
“Kita juga bisa memanfaatkan hubungan pertemanan,” ujarnya.
Namun, saat berbisnis fashion secara online, kredibilitas harus dijaga betul. Pasalnya, tanggapan dari pembeli akan mudah terlacak dari mulut ke mulut. Apalagi, melalui media sosial, segala informasi pun mudah dan cepat tersebar.
Irna pun menambahkan, tips bisnis fashion secara online lain adalah menjaga kredibilitas dengan tak membuat aktivitas digital calon pembeli terganggu. Caranya?
“Tidak usah nge-tag ke orang lain karena ini mengganggu mereka. Lebih baik kita meng-endorse dengan sopan, lebih baik orang lain yang ngomong atau mempromosikan produk kita, daripada kita sendiri yang ngomong.”
Nah, jika semua tips bisnis fashion secara online di atas dijalankan, Anda pun siap menuai sukses berbisnis!
Source : nova.grid.id
