Sosok Syekh Ali Jaber, Ulama Asal Madinah yang Jadi WNI

JAKARTA – Umat Islam di Indonesia kembali berduka. Syekh Ali Jaber meninggal dunia di usia 45 tahun pada Kamis, 14 Januari 2021 pukul 08.38 WIB. Kepergiannya membuat banyak orang merasa kehilangan. 

Ungkapan duka dan doa dari masyarakat Indonesia mengalir untuk Syekh Ali Jaber. Banyak orang mengingat bagaimana sikap bersahajanya dalam mengisi berbagai dakwah serta ceramah.

Baca Juga: Mendiang Syekh Ali Jaber Pernah Membela Tim Lokal Asal Lombok

Lantas bagaimana sosok Syekh Ali Jaber? Dikutip Infopena.com dari berbagai sumber, berikut ini profil dan fakta Syekh Ali Jaber: 

1. Lahir di Madinah

Syekh Ali Jaber memiliki nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber. Ia lahir pada 3 Februari 1976 di Madinah, Arab Saudi. Ia berasal dari keluarga yang religius. Keluarga besarnya di Madinah memiliki masjid besar yang kerap digunakan untuk syiar Islam.

Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Syekh Ali Jaber diharapkan untuk meneruskan perjuangan sang ayah dalam syiar Islam. Pada usia 10 tahun, ia telah menghafal 30 juz Alquran. Pada umur 13 tahun, ia mendapat amanah untuk menjadi imam masjid di sebuah masjid di Kota Madinah.

2. Pindah ke Indonesia

Pada tahun 2008, Syekh Ali Jaber pindah ke Indonesia. Ia menjadi guru tahfidz Alquran di masjid Agung Al-Muttaqin, Cakranegara, Lombok. Ia menikah dengan Umi Nadia yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan memiliki satu orang anak. Pada 2012, ia resmi pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Kemudian, Syekh Ali Jaber mendapat amanah untuk menjadi imam salat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta. Selain itu, ia menjadi pembimbing tadarus Quran dan imam salat Ied di Masjid Sunda kelapa, Menteng, Jakarta. Ia juga memiliki pesantren bernama Yayasan Syekh Ali Jaber yang berlokasi di Jalan Raya Jatinegara Barat No. 169, Jakarta Timur.

3. Jadi juri Hafiz Indonesia

BACA JUGA  Cerita Syekh Ali Jaber Selamatkan Pelaku Penusuknya dari Amukan Massa

Nama Syekh Ali Jaber semakin dikenal setelah ia menjadi juri di acara Hafiz Indonesia yang tayang di salah satu stasiun televisi. Tidak hanya dikenal sebagai pendakwah, Syekh Ali Jaber juga sempat membintangi beberapa program TV religi yakni Nikmatnya Sedekah, Kurma, dan Kultum Bersama Syekh Ali Jaber. Ia juga sempat membintangi sebuah film berjudul Surga Menanti yang diperankan oleh Pipik Dian Irawati, Agus Kuncoro, dan Syakir Daulay.

4. Jadi korban penusukan

Syekh Ali Jaber ditikam oleh orang yang tak dikenal saat ceramah di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung, 13 September 2020. Meski tusukan itu berhasil dihindari, ia mengalami luka tusuk di bagian bahu kanan. 

Pelaku penusukan adalah Alfin Andrian, kelahiran 1 April 1996 yang sempat berhasil diamankan. Dalam persidangan, Alfin Andrian meminta maaf secara langsung kepada Syekh Ali Jaber secara daring. Syekh Ali Jaber mengatakan bahwa ia sudah memaafkannya sejak hari pertama kejadian.

5. Positif COVID-19

Syekh Ali Jaber positif terpapar COVID-19 pada 29 Desember 2020. Kondisi kesehatannya sempat membaik. Kendati demikian, Syekh Ali Jaber masih dirawat intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU). Namun  Syekh Ali Jaber menghembuskan napas terakhir pada 14 Januari 2021 pukul 08.38 WIB dalam keadaan negatif COVID-19.

Selain informasi dari Yusuf Mansur, yayasan Syekh Ali Jaber juga mengumumkan meninggalnya Syekh Ali Jaber melalui akun Instagram @yayasan.syekhalijaber. Syekh Ali Jaber meninggal dunia setelah 19 hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

6. Dimakamkan di Pemakaman Keluarga Ustadz Yusuf Mansur 

Syekh Ali Jaber dimakamkan di Pondok Pesantren Darul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang pada hari Kamis, 14 Januri 2021. Pondok Pesantren Daarul Quran diketahui merupakan milik Ustaz Yusuf Mansur. Adik almarhum Syekh Ali Jaber, Syekh Muhammad Jaber memastikan bahwa almarhum kakaknya tak pernah berwasiat soal lokasi pemakaman. 

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Meninggal di Usia 45 Tahun

Pernyataan Syekh Ali Jaber yang ingin dimakamkan di Lombok diucapkan saat mengisi ceramah di sana. Menurut Syekh Muhammad Jaber, pernyataan tersebut selama ini adalah cita-cita. Tak hanya Lombok, Syekh Ali Jaber juga pernah bercita-cita ingin dimakamkan di Madinah. Namun, hal tersebut sulit terwujud terlebih di saat pandemi COVID-19 seperti ini.

loading...

Komentar

Masih Hangat