oleh

Puluhan Madrasah di Sulawesi Selatan Kurang Berkembang

MAKASSAR – Kementerian Agama (Kemenag) pusat mencatat 24 unit madrasah di Sulawesi Selatan kurang berkembang berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di 24 kabupaten/kota setempat.

“Terdapat 24 unit madrasah yang kurang berkembang di Sulsel, ini akan difasilitasi sehingga diharapkan akan dapat ikut berkembang,” kata Peneliti Pusat dari Kementerian Agama RI, Melisha saat menemui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Makassar, Sabtu.

Melisha mengemukakan latar belakang dari penelitian yang dilakukan adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia berdasarkan sumber daya alam yang ada.

Sulsel dinilai memiliki potensi yang unggul dibandingkan provinsi lain, terutama dari sumber daya alam. Sehingga muncul beberapa ide berdasarkan hasil penelitian.

Maka salah satu dukungan pengembangan madrasah, menurut Melisha, dapat dilakukan dengan Gerakan Sejuta Koin. Ini juga menjadi bagian dari program pengembangan madrasah di Indonesia yang telah mencanangkan Sulsel sebagai proyek percontohan.

“Karena sebagai umat Islam paling besar di dunia, sangat potensial untuk mengembangkan infaq dan shadaqah ke dunia pendidikan,” urai Melisha saat memaparkan hasil penelitian di 24 kabupaten/kota kepada gubernur.

Kurva pendidikan yang kurang berkembang dengan kurva pendidikan yang berkembang bisa seimbang. Karena saat ini masih terdapat banyak aspek yang perlu menjadi perhatian untuk mencapai titik keseimbangan tersebut.

Selain itu, ada pula Madrasah Edukasi Alam yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Soppeng. Jika ini dilakukan maka akan menjadi ikon di Indonesia.

Penulis: Antara

Komentar

Masih Hangat