oleh

Pria yang Ancam Habib Rizieq Ternyata Polisi, Kejiwaannya Diperiksa

PEKALONGAN – Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan sebuah video yang beredar dengan narasi ancaman kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Front Pembela Islam (FPI).

Dalam video itu, pria tersebut mengaku siap memenggal kepala Habib Rizieq Shihab.

“Akhir-akhir ini kita melihat ada organisasi yang bergaya preman. Bergaya jagoan. Bahkan bak seorang juara yang tidak ada tandingannya, kita semua paham siapa mereka FPI,” ujarnya dikutip dari uanggahan Chanel Youtube Hemdri Official.

“Dan demi Allah Rasulullah, saya siap menyembelih lehernya Rizieq, mencungkil matanya, atau membabat kakinya. Saya tak gentar, karena saya seorang Polri tidak akan mundur sejengkal pun,” lanjutnya.

Belakangan diketahui, ternyata pria itu merupakan Oknum Polisi yang bertugas di Kesatuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti).

Melansir Bisnis dikutip dari Antara, Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, mengonfirmasi dan memeriksa kejiwaan oknum polisi Aiptu HS yang diduga sebagai pelaku di dalam video yang menyampaikan pesan ancaman kepada Habib Rizieq Syihab (HRS) dan Front Pembela Islam (FPI) yang viral di media sosial.

“Tahap di awal, kami melakukan upaya-upaya, di antaranya mendatangkan dokter, ahli kejiawaan, dan psikologi,” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Moch Irwan Susanto pada acara konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Kamis (3/12/2020).

Irwan mengatakan, oknum polisi Aiptu HS yang berada di dalam video itu bertugas di Kesatuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti).

Oknum polisi tersebut, kata dia, juga disebut sedang dalam masa evaluasi dan investigasi karena tidak berangkat bertugas selama beberapa hari.

Irwan mengatakan pada awalnya polres telah melakukan identifikasi apakah seseorang yang berada di dalam video itu adalah anggota kepolisian, kemudian menginventarisasi masalah, melaporkan masalah itu pada Polda Jateng.

BACA JUGA  Sosok Syarifah Najwa Shihab, Putri Habib Rizieq yang Akan Menikah Hari ini

“Saat ini kegiatan pemeriksaan awal berada di Polresta Pekalongan, kemudian dilimpahkan di Propam Polda Jateng. Saat ini proses yang diketahui adalah pendalaman seperti apa perkaranya sehingga nanti kita ikuti proses perkembangannya dari Propam Polda Jateng,” katanya.

Menurut dia, sekitar tiga hari sebelum kasus tersebut viral di medis sosial (medsos), oknum polisi tersebut tidak masuk kerja, sehingga polres melakukan investigasi.

“Memang betul teman kita (Aiptu HS) sedang dalam pengawasan. Pada evaluasi itu, kita menerjunkan propam dalam rangka investigasi, kenapa yang bersangkutan tidak masuk kerja. Yang bersangkutan memang tidak ingin bekerja di Satuan Perawatanan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) sehingga timbul kekecewaan,” tambah Irwan. [***]

Komentar

Masih Hangat