oleh

Polisi Ungkap Tiga Tersangka Pengeroyok Ade Armando

JAKARTA – Tiga orang pelaku pengeroyok Ade Armando berhasil diringkus pihak kepolisian. Sementara, tiga tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

“Tertangkapnya tiga orang pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando, saat ini masih ada tiga orang lagi yang sedang kita lakukan pengejaran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan seperti dilansir dari PMJNews, Rabu (13/4/2022).

Adapun ke tiga pelaku yang telah ditangkap tersebut yakni masing-masing, Ade Purnama, Abdul Manaf dan Abdul Latif.

20220413 192924 scaled
Foto tiga tersangka pengeroyokan Ade Armando. Kolase: Infopena.com. Foto Credit: Yeni/PMJNews

Foto para tersangka di atas didapatkan berdasarkan face recognition dan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Kepolisian tetap akan memburu, cepat atau lambat. Tentu Polda Metro akan menangkap mereka, alangkah bijaksana apabila mereka mau menyerahkan diri sehingga mempermudah penanganan kasus ini,” pungkas Zulpan.

Untuk diketahui, face recognition adalah sebuah teknologi yang dapat mencocokkan wajah manusia dari citra digital atau cuplikan video melalui basis data wajah. Ini biasanya dipakai untuk mengotentikasikan para pengguna melalui layanan verifikasi ID.

Mengutip dqlab.id, Berikut adalah cara kerja face recognition:

  1. Pendeteksian wajah. Pendeteksian wajah dilakukan dengan pengambilan foto wajah dari manusia dengan memindai foto 2D secara digital, atau bisa juga menggunakan video untuk mengambil foto wajah 3D.
  2. Penjajaran. Setelah wajah berhasil dideteksi, software akan dapat menentukan posisi, ukuran, dan sikap kepala. Pada software 3D foto wajah mampu dikenali hingga 90 derajat, sedangkan untuk software 2D posisi kepala harus menghadap kamera paling tidak 35 derajat.
  3. Pengukuran. Selanjutnya software dapat mengukur lekukan yang ada pada wajah dengan menggunakan skala sub-milimeter (microwave) dan membuat template.
  4. Representasi. Kemudian jika template sudah jadi maka template tersebut dapat diterjemahkan kedalam sebuah kode yang unik, yang mempresentasikan setiap wajah.
  5. Pencocokan. Jika foto wajah yang telah direpresentasikan dan ketersediaan foto wajah dalam basis data sama-sama 3D, proses pencocokan dapat langsung dilakukan. Namun, saat ini masih ada tantangan untuk mencocokkan representasi 3D dengan basis data foto 2D. Teknologi baru kini tengah menjawab tantangan ini. Ketika foto wajah 3D diambil, software akan mengidentifikasikan beberapa titik (biasanya tiga titik) yaitu mata bagian luar dan dalam, serta ujung hidung. Berdasarkan hasil pengukuran ini software akan mengubah gambar 3D menjadi 2D, dan membandingkannya dengan gambar wajah 2D yang sudah ada di dalam basis data.
  6. Verifikasi atau identifikasi. Verifikasi merupakan proses pencocokkan satu berbanding satu. Sedangkan identifikasi adalah perbandingan foto wajah yang diambil dengan seluruh gambar yang memiliki kemiripan dalam database.
  7. Analisis tekstur wajah. Kemajuan dalam software face recognition adalah penggunaan biometrik kulit atau keunikan tekstur kulit untuk meningkatkan akurasi hasil pencocokkan. Namun terdapat beberapa faktor yang menyebabkan proses analisis tekstur ini tidak dapat bekerja, misalnya pantulan cahaya dari kacamata atau foto wajah yang menggunakan kacamata matahari. Faktor penghambat analisis lainnya adalah rambut panjang yang menutupi bagian tengah wajah, pencahayaan yang kurang tepat (yang mengakibatkan foto wajah menjadi kelebihan atau kekurangan cahaya), serta resolusi yang rendah (foto diambil dari kejauhan).
Polisi Ungkap Tiga Tersangka Pengeroyok Ade Armando 2

Komentar

Masih Hangat