Petani Rumput Laut di Parigi Moutong Terkendala Modal

PARIGI, Infopena.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyebut petani rumput laut di daerah itu sulit mengembangkan usahanya, karena terkendala permodalan, sehingga pengiriman bahan baku ke perusahaan sebagai mitra mereka terhambat.

“Stok bahan baku cukup, hanya saja modal mereka sangat terbatas. Pengiriman rumput laut minimal satu kontainer seminggu, ongkos pengiriman ini yang tidak mampu mereka talangi,” kata pejabat Dinas Perindustrian Parimo Wawan Yulianto di Parigi, Rabu (26/9).

Wawan menjelaskan pasar rumut laut daerah tersebut berada di Kota Surabaya, Jawa Timur, di mana salah satu perusahaan di daerah itu, telah lama membangun kerja sama dengan para petani Parigi Moutong.

Ia mengatakan para petani mengharapkan ada pihak lain ikut membantu memodali pengiriman bahan baku ke Surabaya, sebab mereka tidak mampu membayar ongkos pengiriman.

“Setelah bahan baku dikirim, baru proses pembayaran ke petani, kondisi ini yang sulit mereka lakukan,” ungkap Wawan.

Sentra ruput laut berada di wilayah utara Parigi Moutong, untuk pembiayaan awal petani harus mengeluarkan modal kurang lebih Rp300 juta, dimana keuntungan kerja sama antara perusahaan bisa mencpai Rp600 juta.

Wawan memaparkan, pemerintah setempat sudah menyediakan gudang untuk peyimpanan bahan baku, dilengkapi dengan mesin pencacah, namun bisnis itu macet, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan target yang ditentukan perusahaan.

Harga jual rumput laut, jika masih dalam kondisi basah dijual seharga Rp5.000/kilogram, namun setelah dilakukan proses pengeringan harganya melonjak hingga Rp60.000/kilogram.

“Sesungguhnya potensi rumput laut cukup besar, namun hal itu tidak ditopang dengan ketersediaan modal yang cukup,” ujar Wawan. MAL

Komentar