oleh

Perampokan di BTN Kelapa Gading Kalukubula, Korban Dikunci di Kamar Mandi

SIGI – Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Sigi bersama Unit Reskrim Polsek Biromaru melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lokasi perampokan di BTN Kelapa Gading Kalukubula Blok D No.2, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupatem Sigi, Rabu, 15 September 2021.

Olah TKP tersebut dipimpin oleh KBO Sat Reskrim Polres Sigi IPDA Roesman bersama anggota Reskrim Polres Sigi serta unit Reskrim Polsek Biromaru.

Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama, S.H., S.I.K., M.H, melalui Kasubbag Humas Iptu Ferri Triyanto mengatakan, Tim Identifikasi melakukan olah TKP dengan harapan dapat mendapatkan petunjuk pelaku perampokan tersebut.

Disampaikan, kronologi kejadian berawal saat para pelaku masuk dengan mendobrak pintu samping rumah dan mengancam bocah perempuan berinisial AP yang saat itu sedang sendirian di rumah, untuk menunjukkan barang berharga yang disimpan orang korban.

“Setelah itu, para pelaku menyekap dan mengunci korban didalam kamar mandi agar para pelaku dapat leluasa mencari barang yang dapat diambilnya,” terang Kasubbag Humas.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah kepada Polisi, para pelaku berhasil mengambil uang senilai Rp. 2.000.000 dan 1 unit Handphone Samsung A10. Kerugian korban ditaksir sekira Rp. 4.500.000.

Saat ini lanjut Iptu Ferry, pihaknya masih mendalami kasus ini, sejumlah saksi masih dimintai keterangan. Namun untuk korban masih belum bisa dimintai keterangan sebab masih dalam keadaan trauma.

“Kami masih menunggu kondisi psikologis korban pulih, sehingga bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” terang Iptu Ferry.

Iptu Ferry menambahkan, kasus ini menjadi perhatian dari Kapolres Sigi. Olehnya, penanganan kasus ini akan langsung ditangani oleh satuan Reskrim Polres sigi.

“Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan jika mengetahui informasi sekecil apapun terkait kasus perampokan ini diharapkan dapat di informasikan kepada Bhabinkamtibmas atau langsung ke Polres Sigi. Kita doakan semoga kasus ini dapat segera terungkap dan para pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang ada,” harapnya.

Komentar