Penerimaan Pajak Januari 2024 Capai Rp149,25 Triliun

Selain itu, Sri Mulyani juga memaparkan pendapatan bea dan cukai. Hingga Januari 2024, bea masuk sebesar Rp3,9 triliun, bea keluar Rp1,2 triliun, dan penerimaan bea cukai Rp17,9 triliun. 

Selanjutnya, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada periode yang sama berjumlah Rp43,3 triliun atau 8,8% dari target APBN 2024.

Mengenai hal ini, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut, kinerja positif tersebut dipenharuhi oleh dipengaruhi oleh moderasi harga komoditas seperti minyak dan batubara, diikuti dengan penerimaan dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan, PNBP lainnya, dan pendapatan BLU.

Untuk pendapatan kekayaan negara yang dipisahkan, sebesar Rp6,8 triliun diperoleh melalui pembayaran dividen interim pelat merah, khususnya PT BRI. PNBP lainnya menunjukkan pertumbuhan sebesar Rp 15,9 triliun, sedikit melampaui angka sebelumnya, termasuk pendapatan TAYL. Apalagi pendapatan dari BLU mencapai Rp 1,7 triliun. 

“Peningkatan pendapatan ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan baik dari rumah sakit maupun jasa pendidikan,” jelas Wamenkeu.

Hasil penerimaan hingga Januari 2024 menunjukkan kinerja positif yang terus dipertahankan, menopang arus kas negara dan berkontribusi terhadap realisasi belanja.