oleh

NU Sulteng Dampingi Stafsus Presiden, Sukseskan Vaksinasi Massal di Untad

PALU – Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Ma’ruf meninjau langsung vaksinasi massal di Kampus Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah Senin (13/09/21).

Menurut data dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, ” hingga hari ini Terkonfirmasi 44.899 orang dinyatakan positif, 41.136 sembuh dan 1.495 meninggal dunia”.

Urgensi penyebaran covid-19 yang kian meningkat pemerintah terus mempercepat penyelengaraan vaksinasi masal diseluruh wilayah Indonesia.

Dalam pelaksanaan vaksinasi merdeka tersebut atas kerja sama BEM Untad, Polri/TNI , Dinas Kesehatan Kota Palu dan Satgas Covid Untad. Tempat kegiatan dibagi tiga titik vaksinasi massal, yang dimana dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa se-kota palu, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut Aminuddin Ma’ruf didampingi oleh pengurus Nahdatul Ulama (NU) Sulawesi Tengah yang juga merupakan akademisi Fakultas Hukum Untad Dr.H. Awaladdin S.E.,S.H.,M.H dan Dr. Abdul Gani Jumat M.Ag selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu.

Aminuddin Ma’ruf dalam sambutannya mengatakan, “dalam kegiatan sebelumnya juga kami telah mengunjungi beberapa kampus dan pesantren untuk melihat langsung proses jalanya vaksinasi, dan hari ini saya bersama kalian di Universitas Tadulako”. Ujarnya

Stafsus Presiden Ini berharap seluruh mahasiswa Universitas Tadulako seusai mengikuti vaksinasi kelak akan memulai perkuliahan tatap muka kembali.

Selain itu, Dr. Awaluddin mengatakan bahwa pembatasan aktivitas akademik di kampus Untad merupakan salah satu dampak akibat penyebaran covid-19 yang masif di wilayah Sulteng.

“Kami sangat berharap melalui terselengaranya vaksinasi merdeka ini bisa meminimalisir penyebararan Covid-19 di kampus Untad”. Ucapnya

“Suatu kebanggaan juga proses vaksinasi bisa dihadiri langsung oleh adik Aminuddin Ma’ruf selaku Stafsus Presiden, ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa dan dosen agar mengikuti program vaksinasi massal”. Tambahnya.

Komentar

Masih Hangat