oleh

Komisi IV Lanjutkan RDP Perihal Penyerangan Buaya di Perairan Teluk Palu

PALU – Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah melanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Instansi terkait, LSM dan Masyarakat, bertempat di ruan sidang utama gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (10/5/2022).

RDP ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Dr. Ir. Alimuddin Paada, dihadiri Wakil Ketua Komisi Rahmawati M. Nur, beserta Anggota Komisi IV lainnya.

RDP lanjutan ini lebih menyoal masalah masyarakat yang mengaku sebagai saudara dari buaya buaya tersebut sehingga beberapa penangkapan yang dilakukan oleh BKSDA terkendala dikarenakan beberapa masyrakat marah saat buayanya ditangkap.

Dr. Ir. Alimuddin Paada, mengatakan, Buaya Ini sudah ditangani oleh pemerintah melalui BKSDA, hanya saja buaya ini merupakan salah satu hewan yang dilindungi.

“Olehnya dalam melakukan pemburuan perlu ada payung hukum yang mengatur,” ujarnya.

Ia menambahkan didalam aturan yang berlaku, Buaya bisa ditangkap jika ia keluar dari habitatnya.

Bukan hanya terkendala oleh aturan, ada juga yang mengangap bahwa buaya yang ada diteluk palu ini merupakan saudaranya sehingga menurutnya ketika dilangkukan penangkapan ada masyarakat yang keberatan.

Erwin Burase terkait RDP kali ini mengakui sangat membutuhkan banyak informasi dan masukan dari masyarakat mengenai permasalah buaya ini yang sudah meresahkan dan mengancam kehidupan sehari hari masyarakat.

Sementara Ibrahim A. Hafid memberi saran. Kata Dia, bagi masyarakat yang menolak penangkapan buaya diteluk palu perlu diundang, sekaligus juga pemerintah kota Palu dan Donggala

“Pemda harus berperan  memberikan edukasi kepada warga bahwa buaya ini juga sebagai ancaman bagi para nelayan,” Tambahnya.

Komentar

Masih Hangat