Gejala COVID-19 Ini Dikaitkan dengan Varian Baru Virus Corona di Inggris

Bagikan Artikel Ini

JAKARTA – Varian baru virus Corona dari Inggris telah memicu kekhawatiran di sejumlah negara. Pasalnya, virus ini disebut 70% lebih menular. Mutasi virus ini dikonfirmasi telah masuk ke Singapura melalui seorang pelajar berusia 17 tahun, yang baru pulang dari Inggris.

Tidak sedikit negara di dunia kini mulai memperketat akses kedatangan dari Inggris, termasuk Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa varian baru Corona belum masuk ke Indonesia.

“Saat ini kalau kita simpulkan belum ada bukti yang menunjukkan varian ini sudah ada di Indonesia atau sudah menyebar di Indonesia, ini belum ada bukti,” tutur Prof Bambang dalam konferensi pers Kamis, 24 Desember 2020.

Meski demikian, masyarakat dihimbau agar lebih waspada terhadap jenis baru corona tersebut. Pasalnya, dikhawatirkan akan semakin meningkatkan jumlah kasus positif COVID-19 jika varian baru virus tersebut masuk ke Indonesia. Meski belum ada bukti varian baru corona lebih mematikan, tetapi kemampuan menularnya yang cepat dapat membahayakan banyak orang.

Dilansir dari Times of India, Jumat, 25 Desember 2020, National Health Service (NHS) telah menyoroti gejala yang dialami oleh pasien yang terinfeksi virus corona jenis baru ini. NHS mengatakan bahwa gejala penyakit corona mutasi baru cenderung sama dengan yang telah ada.

Baca Juga: Lebih Menular, Varian Baru Virus Corona dari Inggris Jangkau Singapura

Selain gejala umum COVID-19 seperti demam tinggi, batuk kering dan hilangnya indra penciuman dan perasa, terdapat 7 gejala lainnya yang dikaitkan dengan varian baru corona tersebut. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Kelelahan
  2. Kehilangan selera makan
  3. Sakit kepala
  4. Diare
  5. Kebingungan
  6. Nyeri otot
  7. Ruam kulit

Hal ini menjadi pengingat bagi kita agar lebih waspada dan selalu #IngatPesanIbu untuk menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sebagai upaya mencegah sekaligus memutus rantai penularan COVID-19.

loading...

Bagikan Artikel Ini

Komentar

Masih Hangat