Fornas VI Sumsel, Sulteng Bawa Pulang 27 Keping Medali

PALU – Sepekan mendampingi kontingen Kormi Sulawesi Tengah pada Fornas VI di Provinsi Sumatera Selatan, akhirnya Tim Kormi Sulteng yang dipimpin Ir. Syaifullah Djafar M.Si dapat mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Tengah dan membawa pulang 27 buah Keping medali yang terdiri dari medali emas 4, medali perak 10 dan medali perunggu 13 buah.

Perolehan medali emas diraih pegiat olah raga Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) kategori Master putra 20 Km.

Pada Innorga ALTI, kelas Master Putra 40 Km diraih Fedy Roro dan Master Putri 10 Km diraih Nurhayati dan masing-masing menyumbangkan medali perak.

Innorga Federal Breaking Seluruh Indonesia (FBSI), 2On2 Breaking B.Boy Sulteng A dan Sulteng B berurutan menyabet medali emas dan perak.

Innorga Federasi Seni Panahan Tradisional (Fespati) kategori eliminasi horsebow individu merupakan penyumbang emas ketiga.

Innorga Full Kempo Senior Putra 45 kg Gabungan (BKI) merupakan penyumbang emas keempat

Dua kelas Innorga Federasi Airsoft Indonesia (FAI) kategori Free For All dan Automatic Electric Gun masing-masing menyumbangkan medali perak.

Tambahan medali perak selanjutnya diboyong Innorga Asiafi pada cabang olahraga Aerobik dan Fitness 35 tahun kebawah, medali perak keenam dan ketujuh oleh Innorga Seni Tarung Tradisi (ASTA), medali perak kesembilan oleh Innorga KIS kategori Best Trick Ledge sementara medali perak terakhir berasal dari yayasan pendidikan olahraga raga karate (YPOK) kategori Senior Kata Perorangan.

Innorga Pergatsi merupakan penyumbang medali perunggu pertama, Inassoc penyumbang medali perunggu kedua, Innorga ASTA penyumbang medali perunggu ketiga disusul medali keempat dan kelima oleh Innorga B-Boy, keenam Innorga Baveti sementara itu medali ketujuh hingga kesebelas diraih Innorga BKI, Innorga Pergatsi kategori Ganda Bebas Remaja meraih medali perunggu kedua belas, disusul Innorga Pertonsi sementara itu Innorga Universal Line Dace (ULD) meski terbilang baru juga mampu menyumbangkan medali perunggu.

Kedatangan rombongan Kontingen Kormi Sulteng mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ketua Kormi Sulteng Ir. Syaifullah Djafar M.Si beserta sejumlah pegiat olahraga mendapat kalungan bunga dari Ketua ULD, Kartini Malarangan.

Ketua Kormi Sulteng Ir. Syaifullah Djafar menyampaikan kesukurannya atas perolehan medali yang berhasil diperoleh kontingen Sulteng. Menurutnya setelah dilaksanakan Fornas yang keenam kalinya, Fornas yang di Palembang Provinsi Sumatra Selatan yang paling bagus karena untuk pertama kalinya diikuti seluruh provinsi di Indonesia dan hampir semua induk olahraga mengikuti pelaksanaan Formas termasuk beberapa kategori eksebisi.

Provinsi Sulawesi Tengah yang kedua kalinya telah mengikuti Fornas setelah sebelumnya berlangsung di Samarinda. Sulawesi tengah pada Fornas Samarinda hanya memperoleh 5 medali tanpa emas dan hanya medali perak dan perunggu. Alhamdulillah di Palembang ini kita dapat 27 medali yakni 4 emas 10 perak dan 13 perunggu artinya kontingen Sultleng berhasil menempatkan 13 nomor pertandingan dari induk organisasi olahraga ke final untuk memperebutkan emas dan perak namun hanya berhasil mendapatkan 4 emas dan 10 perak yang memberikan gambaran pada Fornas yang akan datang mungkin bisa meningkat dan memperbanyak tim-tim yang masuk final sehingga potensi untuk emas dan perak itu lebih besar.

Fornas di Samarinda tahun 2019 sebut Syaifullah Djafar merupakan pelajaran penting guna melirik beberapa induk organisasi maupun jenis pertandingan yang kira-kira bisa menjadi unggulan termasuk olahraga lain yang tidak diprioritaskan tapi tetap diikutkan dalam rangka mencari pengalaman untuk peningkatan prestasi termasuk rencana pelaksanaan Fornas-VII yang akan datang di Jawa barat tahun 2023.

Dirinya mengharapkan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten dapat memberikan perhatian yang lebih besar kepada Kormi baik berupa intervensi anggaran ataupun pemberian fasilitas-fasilitas dalam rangka melakukan pembinaan terhadap olahraga masyarakat di Sulawesi Tengah

Pembinaan olahraga masyarakat Sulawesi Tengah menurutnya hampir lebih cenderung kepada pembinaan olahraga yang ada di komite olahraga Nasional Indonesia sedangkan perhatian kepada Kormi itu belum sesuai yang diharapkan dan merupakan kendala dari pengembangan prestasi.

Ketua Kormi Syaifullah Djafar mengakui prestasi yang diperoleh kontingen Kormi cukup memberi kebanggaan di Sulawesi Tengah meski mereka pada umumnya melaksanakan semua program-program kerja maupun aktivitasnya secara mandiri. Kita harus tunjukkan dulu prestasi baru meminta perhatian pemerintah dan kami yakin terutama dibawa kepemimpinan bapak Gubernur H. Rusdy Mastura dan Wakil Gubernur Drs. Ma’mun Amir nantinya akan sangat besar karena kami telah menunjukkan apa yang telah kami laksanakan di Palembang. kami juga berkeyakinan bahwa secara pribadi bapak gubernur sangat konsen dan gemar berolahraga terutama olahraga masyarakat yang membutuhkan pembinaan untuk mendapatkan prestasi.

Terakhir Ketua Kormi berharap para pegiat olahraga banyak belajar dari keikutsertaan di Fornas Palembang. “Sebenarnya kita juga mampu menduduki papan atas nasional tapi kalau kita lihat mungkin teman-teman dari provinsi lain mereka lebih punya jam terbang ataupun jam bertanding yang lebih banyak daripada kita dan ini bisa kita jadikan pelajaran dan untuk itu kita harapkan semua induk organisasi olahraga dan seluruh bagian-bagiannya untuk meningkatkan prestasi yang sangat tergantung dari pembinaan masing-masing induk organisasi olahraga,” ujarnya.

Humas Kormi Sulteng, Agus berharap adanya suport pada kegiatan-kegiatan yang bersifat bersifat massal karena hal tersebut langsung bersentuhan kepada masyarakat di tingkat RT RW dan merupakan budaya tradisional. Venue yang dibutuhkan juga tidak memerlukan anggaran besar dan bertaraf internasional karena bawaan olahraga tersebut bersifat kemasyarakatan dan bisa dilaksanakan dimana saja, contohnya FBSI hanya butuh mall dan tempat-tempat keramaian untuk melaksanakan audisi.