Fakta-fakta Kasus Polwan Bakar Suami

Kasus Polwan Bakar Suami masih terus bergulir. Briptu Fadhilatun Nikmah telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur.

Briptu Fadhilatun dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Motif di balik kasus ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan keterangan keluarga korban, Briptu Fadhilatun dan Briptu Rian sering terlibat cekcok.

Kasus ini telah menyita perhatian publik dan menimbulkan berbagai pertanyaan.
Berikut beberapa fakta terkait kasus ini:

  • Briptu Fadhilatun dan Briptu Rian menikah pada tahun 2022.
  • Pasangan ini tinggal di Asrama Polisi (Aspol) Kota Mojokerto.
  • Kejadian pembakaran terjadi pada tanggal 5 Juni 2024.
  • Briptu Rian mengalami luka bakar 90% dan meninggal dunia di rumah sakit.
  • Briptu Fadhilatun sempat meminta maaf kepada Briptu Rian sebelum meninggal dunia.

Polda Jawa Timur masih terus mendalami kasus ini untuk mengetahui motif di baliknya.

Mengutip Detikjatim, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto menceritakan kronologi kejadian yang sudah banyak tersiar di media sosial. Diceritakan, ketika korban Briptu RDW pulang kantor, mereka cekcok di dalam rumah bersama tersangka.

Kemudian sang istri menyiramkan bensin di muka dan badan korban. Tak jauh dari TKP ada sumber api dan terpercik, akhirnya membakar yang bersangkutan.

Setelah apinya padam, tersangka ini membawa suaminya ke RSUD Mojokerto. Saat penanganan medis itulah Dirmanto mengatakan, bahwa tersangka sempat meminta maaf kepada korban.

Jadi, FN ini juga memiliki tanggung jawab yang besar, ya untuk menolong korban dengan dibantu beberapa tetangga. Setelah sampai di rumah sakit, FN meminta maaf kepada suami atas perlakuannya itu.

Dirmanto memastikan bahwa motif tersangka membakar sang suami dikarenakan kesal soal gaji ke-13 suaminya yang ternyata berkurang banyak. Uang itu seharusnya dipakai untuk membiayai anak dan istri malah disalahgunakan. Sehingga mereka terlibat cekcok.

Intinya, motif dalam kasus ini disebabkan cekcok masalah gaji. Itu hasil temua sementara pihak kepolisian.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu menjaga keharmonisan rumah tangga dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.