Dewa 19: Perjalanan Sang Legenda di Blantika Musik Indonesia

Setelah rekaman album itu selesai, barulah kemudian masuk drummer baru Dewa 19 yaitu Sri Aksana Sjuman atau yang dikenal dengan Wong Aksan. Wong Aksan hanya 3 tahun menjadi drummer Dewa 19 dan keluar pada tahun 1998.

Sementara itu, masalah baru muncul saat vokalis Ari Lasso dan bass Erwin Prasetya mengalami masalah ketergantungan narkoba. Zat adiktif yang dikonsumsi oleh kedua personel Dewa 19 itu membuat kariernya dan karier Dewa menjadi mandek.

Dalam rangka menyembuhkan keduanya, Ahmad Dhani memberikan waktu kepada Ari dan Erwin untuk memulihkan kondisinya. Dewa merilis album The Best of Dewa 19 pada tahun 1999 yang berisi lagu-lagu terbaik yang dirilis saat Ari Lasso masih menjadi vokalis Dewa 19. Album ini sukses di pasaran meskipun tanpa promosi apapun.

Setelah album ini rilis, personel Dewa 19 hanya tersisa dua orang saja yaitu Ahmad Dhani dan Andra. Dalam rangka mengisi kekosongan personel yang ditinggal oleh Ari Lasso, Ahmad Dhani merekrut Once Mekel untuk menjadi vokalis.

Once kemudian mengajak temannya Tyo Nugros untuk gabung dengan Dewa 19 dan mengisi posisi drummer yang kosong ditinggalkan oleh Wong Aksan. Erwin yang sudah sembuh dari narkoba pun kembali gabung dengan Dewa 19 untuk menjadi pemetik bas tambahan.

Pada tahun 2002, Erwin keluar dari Dewa dan posisinya kemudian digantikan oleh Yuke Sampurna yang merupakan mantan pemain bass The Groove.

Pada tahun 2007, Tyo Nugros memutuskan untuk keluar dari Dewa 19 setelah sebelumnya ia sempat vakum karena mengalami sakit pada kakinya hingga tidak bisa memainkan drum pada jangka waktu yang lama. Posisi drum kemudian digantikan oleh Agung Yudha atau Agung Gimbal.

Puncak Kesuksesan Dewa 19

Album Bintang Lima

Dewa 19 mengalami puncak kesuksesan setelah bergabungnya personel baru, Once dan Tyo Nugros. Pada tahun 2000-an, Dewa yang hadir tanpa menggunakan embel-embel 19 itu pun merilis album kelima mereka berjudul Bintang Lima. Album tersebut meledak di pasaran dan bahkan termasuk dalam album tersukses sepanjang karier Dewa.

Beberapa lagu yang ada di dalam album Bintang Lima adalah Roman Picisan, Dua Sejoli, Risalah Hati, Separuh Nafas, Cemburu, dan Lagu Cinta. Lagu-lagu tersebut semakin menambah kesuksesan Dewa dengan dua personel baru mereka.

Setelah merilis album ke-5 mereka, Dewa mengadakan tur di 36 kota untuk mempromosikan album ini sekaligus sebagai ajang perkenalan untuk personel baru mereka. Album Bintang Lima menyabet berbagai penghargaan seperti AMI Awards 2000 dan sukses menjual sebanyak 1,7 juta keping.

Album ke-6 dirilis pada tahun 2002 dan diberi nama Cintailah Cinta. Dalam album Cintailah Cinta menelurkan sebuah lagu yang sangat fenomenal sampai sekarang berjudul Arjuna Mencari Cinta. Meskipun begitu, lagu tersebut digugat oleh penulis novel yang terlebih dahulu menggunakan judul tersebut, hingga akhirnya Dewa mengubah judul mereka menjadi Arjuna.

Album Laskar Cinta

Pada tahun 2003 Dewa mengadakan tur berjudul Atas Nama Cinta di 25 kota di Indonesia. Ari Lasso turut serta dalam tur ini. Pada awal tahun 2004, Dewa merilis album live yang berjudul Atas Nama Cinta yang merupakan rekaman saat melakukan tur tersebut.

Selain itu Dewa juga merilis ulang The Best of Dewa 19 yang berisi kelahiran dan perjalanan mereka. Di dalamnya juga terdapat 10 video klip, 1 CD audio dan 1 buku sejarah perjalanan Dewa 19 dan lain sebagainya. Album The Best of Dewa 19 terjual hampir 1 juta keping.

Satu tahun setelahnya, pada 2004, Dewa menggelar tur selanjutnya di 30 kota di Indonesia berjudul Yamaha Dewa Tour 2004 – Selalu Terdepan. Setelah melakukan tur, mereka merilis album selanjutnya berjudul Laskar Cinta. Album itu dirilis pada 22 November tahun 2004.

Di album Laskar Cinta, Dewa yang mulai membawa nama 19 menyuguhkan musik rock yang lebih tegas. Pada album ini lahirlah lagu-lagu hits berjudul Pangeran Cinta, Satu, dan Cinta Gila. Meskipun demikian, pada album ini. Dewa mengalami masalah dengan FPI karena dalam logo albumnya, Dewa 19 seperti memuat kaligrafi Allah.

Kesuksesan Dewa di awal tahun 2000-an membuat mereka ingin merambah ke kancah internasional. Pada 13-15 Agustus, Dewa 19 mengadakan dua konser di Jepang. Pada tahun 2004 di Korea Selatan, lalu berlanjut ke Amerika Serikat.

Pada tanggal 7 Mei 2004, Dewa 19 mendapatkan undangan untuk menggelar konser di Timor Leste dalam rangka Hari Kemerdekaan mereka. Pada 15 Mei di tahun yang sama, Dewa 19 juga mengadakan konser di Municipal Stadium, Dili dan ditonton oleh 50.000 penonton.

Keseriusan Dewa 19 dalam menjajaki panggung internasional diidikasikan dengan mereka menandatangani kontrak 3 album dengan EMI Music International Hong Kong. Dewa 19 kemudian mengeluarkan album berjudul Republik Cinta pada 2006 dalam dua versi yaitu untuk Indonesia dan internasional.

Meskipun demikian, upaya Dewa 19 untuk menjajaki panggung internasional kurang menemukan hasil yang maksimal. Satu tahun setelahnya, pada 2007, Dewa 19 merilis album berjudul Kerajaan Cinta yang menjadi album terakhir mereka.

Masa-masa Vakum

Pada Desember 2007, Dewa menggelar konser besar-besaran di Malaysia dan mencetak sejarah musik di Malaysia sebagai grup band yang menggelar konser di lima kota besar dalam satu bulan. Dewa 19 menggandeng penyanyi papan atas Malaysia seperti Ella dan Sheila Majid.

Setelahnya, Dewa 19 mengalami vakum akibat masing-masing personel mulai menyibukkan diri dengan hal lain. Andra membentuk grup band Andra & The Backbone, Ahmad Dhani mengembangkan manajemen Dewa 19 bernama Republik Cinta Management, dan Once Mekel juga mulai bernyanyi secara solo.

Dalam masa ini, Dewa 19 hanya merilis dua single yaitu Perempuan Paling cantik di Negriku Indonesia dan Bukan Cinta Manusia Biasa. Kevakuman Dewa 19 diperparah dengan mundurnya vokalis mereka, Once Mekel pada tahun 2011.

Sejak saat itu, Dewa 19 menjadi band nostalgia yang kerap mengadakan konser bersama para mantan personelnya mulai dari Ari Lasso, Once Mekel, Tyo Nugros, dan Wong Aksan. Format ini terus berlanjut sampai pandemi pada tahun 2020.

Konser Tour Dewa 19 All Stars

Seusai pandemi, Dewa 19 mempunyai vokalis baru yaitu Virzha dan Ello. Bersama kedua vokalis itu, Dewa 19 bangkit dari kevakuman dan menggelar konser di Jakarta International Stadium pada 4 Februari tahun 2023. Konser tersebut berjudul Pesta Rakyat dan dihadiri oleh 75 ribu penonton.

Setelahnya, pada bulan Juli sampai Agustus 2023, Dewa 19 mengadakan konser tunggal yang sangat spektakuler berjudul Stadium Tour Dewa 19 feat All Stars yang digelar di tiga kota di Indonesia, yaitu Stadion Manahan Solo, Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api Bandung.

Konser tersebut merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh para fans Dewa 19. Pasalnya, Dewa 19 akan tampil dengan formasi lengkap mulai dari Ari Lasso hingga Tyo Nugros. Hanya Once Mekel yang absen dalam konser ini. Di GBK, konser Dewa 19 berhasil mengundang 85 ribu penonton untuk datang dan bernyanyi bersama,

Selain Ari Lasso dan Tyo Nugros, Dewa 19 juga menggandeng beberapa musisi internasional Derek Sherinian (eks keyboardis Dream Theater), Richie Kotzen (gitaris poison dan Mr. Big, Phil X (gitaris Bon Jovi), Dino Jelusic (vokalis White Snake), dan Jeff Scott Soto (eks vokalis Yngwie Malmsteen).

Pada konser tersebut, Dewa membawakan lebih dari 30 lagu. Lagu-lagu tersebut terdiri dari lagu Dewa dari awal mereka berdiri sampai sekarang. Selain itu, Dewa 19 juga mengcover lagu dari Queen berjudul Bohemian Rhapsody dan Rossana milik band Amerika Toto.