oleh

Buaya Berkalung Ban di Palu Jadi Sorotan Dunia

PALU, Infopena.com – Sudah dua tahun lamanya, seekor buaya di Sungai Palu bertahan hidup dengan ban motor bekas yang mengalungi badannya. Adanya ban bekas ini tentu saja merupakan ulah dari warga yang membuang sampah sembarangan di Sungai Palu.

Buaya ini pertama kali muncul dan menghebohkan warga Palu pada 20 September 2016. Dan tercatat buaya berkalung ban ini sudah beberapa kali naik ke permukaan. Alhasil, buaya malang ini kerap kali menjadi tontonan warga, bahkan tak jarang dijadikan objek jepretan para warga yang kebetulan melintas di lokasi tersebut.

Hewan reptilia ini tergolong dalam spesies Crocodylus porosus atau buaya muara. Buaya jenis ini hidup di sungai- sungai dan di dekat laut. Buaya ini sebenarnya tergolong ganas di antara spesies lainnya, namun menurut pengakuan warga sekitar, buaya berkalung ban ini justru tidak menyerang bahkan menghindar saat ada nelayan memancing di dekatnya.

Bertahun-tahun buaya ini menjadi sorotan netizen, bahkan bukan hanya media nasional saja yang mewartakan nya. Media-media asing dari beberapa negara pun turut menyoroti keadaan buaya ini.

Salah satunya adalah portal berita terkemuka asal Inggris, Daily Mail. Dua hari lalu, Daily Mail mengangkat peristiwa ini dengan judul “The crocodile that wears a rubber ring: Reptile has had a tyre round its neck for TWO YEARS after getting stuck in it”.

Penulis menyoroti kondisi buaya tersebut yang dikhawatirkan makin tersiksa dengan keberadaan ban di lehernya. Mengingat postur buaya akan terus bertumbuh besar seiring waktu. Apalagi sekarang tubuhnya mencapai 4 meter dan panjang kepalanya sekitar 40 cm.

Begitupula dengan media terkemuka lainnya asal Inggris, The Sun. Dalam artikel yang dilansir oleh The Sun, dikemukakan bahwa kejadian miris ini merupakan gejala dari sesuatu hal yang jauh lebih mengkhawatirkan.

Jurnalis The Sun, Brittany Vonow, dalam tulisannya menyebutkan bahwa ban yang menyangkut di leher buaya itu diakibatkan masalah pencemaran yang sangat serius, terutama di perairan.

“Masyarakat biasa membuang sampah ke perairan, ini berdampak serius pada kehidupan hewan liar. Air sungai nya juga sudah tercemar pestisida pertanian,” ujar penulis.

26685650 1564013687017205 4383860649616458677 o

Bukan hanya media asal Inggris saja, portal media populer di Prancis seperti Le Parisien juga turut menyoroti secara serius masalah buaya berkalung ban ini. Bahkan sang penulis mengangkat judul “Indonesie : un pneu autour du cou, un crocodil risque d’etouffer” (Indonesia: Ban di sekitar leher, seekor buaya bisa mati).

Menurut Le Parisien, ada indikasi bahwa seseorang sengaja melempar ban sepeda motor ke kepalanya untuk mencoba menjebaknya, dengan harapan buaya ini bisa menjadi hewan peliharaan.

Media asing lainnya seperti The Straits Times (Singapura) dan Hindustan Times (India) juga turut mempublikasikan peristiwa tersebut.

Buaya berkalung ban kini menjadi sorotan dunia. Terlepas dari anggapan masyarakat bahwa kejadian ini langka dan unik, hal ini seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintah berwenang bahwa masalah pencemaran di sungai masih memprihatinkan.

Ban motor yang melekat di lehernya bisa saja membuat buaya malang tersebut mati karena tercekik dan kehabisan nafas. Buaya muara yang sepatutnya dijaga kelestariannya, justru menerima kenyataan bahwa kondisi habitat mereka di Sungai Palu bisa saja membahayakan reptil tersebut. Rafli

Komentar