oleh

Yahdi Basma Praperadilankan Polda Sulteng

Bagikan Artikel Ini

PALU – Anggota DPRD Provinsi Yahdi Basma mengajukan praperadilan terhadap Polda Sulteng atas penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan hoax terhadap Gubernur Sulteng, Longki Djanggola.

Praperadilan ini teregister pada hari Senin (05/08) dengan Nomor: 6/pid.pra/2019/PN Palu.

Dalam petitum permohonan praperadilan tersebut, menyatakan menerima permohonan Pemohon untuk seluruhnya, menyatakan tindakan termohon adalah tidak sah, menyatakan Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor: S.TAP/24/VII/2019/Ditreskrimsus tanggal 25 Juli 2019 adalah tidak sah, memerintahkan kepada Termohon untuk tidak melanjutkan dan/atau menghentikan penyidikan terhadap Pemohon.

Humas PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Lilik Sugihartono, di ruang kerjanya, Selasa (06/08) membenarkan permohonan prapreradilan yang diajukan Yahdi Basma.

Pihaknya, kata dia, telah menetapkan Zaufi Amri sebagai hakim tunggal dan panitera pengganti Festi Devy Beby Natalia Phiter. Sidang akan dijadwalkan pada Senin (12/08) mendatang.

“Praperdilan yang dimohonkan Yadhi menyangkut sah atau tidaknya penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polda Sulteng,” terang mantan Hakim PN Menggala, Provinsi Lampung itu.

Lilik menguraikan, sebagaimana isi berkas permohonan praperadilan, Yadhi Basma awalnya terlapor dalam kasus dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11, Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Status awalnya sebagai terlapor oleh penyidik atau termohon kemudian ditingkatkan menjadi tersangka,” sebut Lilik.

Lanjut Lilik, penetapan status tersangka oleh termohon terjadi pada tanggal 25 Juli 2019. Penetapan status tersangka itu merupakan tindakan termohon yang menjadi objek praperadilan dan untuk mengujinya apakah sah atau tidak tindakan itu harus melalui lembaga praperadilan.

“Jadi sekaitan penetapan tersangka itulah pemohon kemudian mengajukan permohonan praperadilan tersebut. Seperti apa hasilnya dibuktikan lewat praperadilan,” tandasnya. (MAL)

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 37
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru