oleh

Warga Buluri Minta Pendataan Ulang Penerima Bantuan

Bagikan Artikel Ini

PALU – Puluhan warga Kelurahan Buluri mendatangi kantor lurah setempat, Senin (11/02).

Kedatangan warga guna mempertanyakan pendistribusian bantuan pascabencana yang dinilai tidak merata, baik dalam bentuk sembako maupun uang tunai kepada warga terdampak.

Warga keberatan karena banyak janda tua yang tidak memiliki pekerjaan, tidak mendapatkan bantuan sembako dan uang tunai tersebut.

Warga juga menyayangkan tim yang dibentuk dalam mendata, tidak berkoordinasi dengan RT setempat agar mengetahui mana saja warga berhak mendapat bantuan.

Selain itu, warga juga memprotes pembagian bantuan sembako di hunian sementara (huntara) karena ada warga yang rumahnya tidak rusak, justru menempati huntara. Sementara warga yang rumahnya rusak tidak mendapati huntara, juga tidak mendapat sembako dan bantuan uang tunai.

Untuk itu warga meminta untuk dilakukan pendataan kembali agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Bahkan salah satu warga menyatakan, bila lurah tidak dapat mengatasi masalah itu, maka mereka akan menyegel kantor lurah.

Salah satu warga, Lahay, mengaku mengetahui ada pembagian uang tunai sebanyak dua kali. Ada dari yayasan luar negeri dan dari Dinas Sosial (Dinsos).

Pada bantuan pertama, dia mengaku tidak mendapatkan, padahal rumahnya hanyut dibawa tsunami.

“Kalau bantuan dari Dinsos dapat, tapi itupun atas nama istri saya,” katanya.

Menanggapi keberatan warga, Lurah Buluri, Nuay Velimay menyatakan bahwa pihaknya hanya memfalisitasi pihak yayasan yang menyalurkan bantuan dengan membentuk tim dari warga sekitar delapan orang untuk mendata warga yang berhak mendapat bantuan.

Lurah juga mengakui ada bantuan uang tunai sebesar Rp1,5 juta per orang dari Yayasan Inggris.

“Pihak yayasan meminta kami memfasilitasi pertemuan dengan masyarakat,” ujarnya.

Dari hasil fasilitasi tersebut, kata dia, maka dibentuklah tim delapan orang dari masyarakat setempat untuk mendata dengan syarat yang telah ditentukan, di antaranya janda-janda.

Dari hasil kerja tim dibentuk, kata dia, didapatkan warga yang mendapat bantuan uang tunai sebanyak 203 orang.

“Sebab bantuan uang tunai ini juga dibatasi,” ujarnya.

Terkait bantuan sembako berupa beras, ikan asin, dan gula dari Dinsos, menurutnya hanya diperuntukan bagi penghuni huntara kurang lebih 35 Kepala Keluarga (KK).

Sebab kata dia, BPBD Kota Palu sendiri hanya meminta data penghuni huntara, makanya data penghuni huntara saja yang diserahkan. (IKRAM)

loading...

Bagikan Artikel Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru