oleh

Viral Lagi, Gubernur Sulbar Salah Baca Pancasila

Bagikan Artikel Ini

SULBAR – Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM), kembali salah membacakan urutan lima sila dari Pancasila. Dalam pelaksanaan upacara hari Pahlawan 10 November pagi tadi.

Kali ini hari Pahlawan Nasional, tahun 2019, kembali salah untuk kedua kalinya. ABM saat membacakan urutan lima sila dari Pancasila, salah satu sila dilangkahi atau tidak dibacakan.

ABM sempat melewatkan sila kedua, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Saat membacakan Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara, beberapa ASN tampak kikuk mengetahui ABM salah membaca urutan tersebut.

Upacara di halaman Kantor Gubernur Sulbar tadi pagi dihadiri pimpinan Forkopimda seperti Danrem, Danlanal TNI AL serta Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar.

“Salah lagi Pak Gub,” kata ASN di Pemprov Sulbar usai upacara. Kejadian serupa terjadi bahkan viral se-Indonesia pada momentum yang sama, hari pahlawan 10 November 2017 lalu. Soal kesalahan itu disesalkan mantan Gubernur Sulbar dua periode, Anwar Adnan Saleh.

Loading...

Dia menyampaikan, tidak seharusnya kesalahan fundamental soal dasar negara bisa salah, bahkan sampai dua kali. “Ini prinsipil dalam bernegara. Tidak bisa dibalik-balik apa pun alasannya,” kata Anwar.

Sebagai salah satu tokoh pejuang pembentukan Provinsi Sulbar, dia mengaku kejadian ini cukup memalukan. Sebab hal ini juga sudah menjadi perbincangan di tingkat nasional, terutama di arena kongres Partai Nasdem di Jakarta yang sedang dia hadiri. “Beberapa teman gubernur menelepon saya bertanya soal kejadian ini,” keluhnya.

Sampai sore tadi, Kadiskominfo Sulbar, Safaruddin belum mau menanggapi soal kekeliruan pembacaan teks Pancasila tersebut.

Bulan lalu, pengibaran bendera merah putih di Gedung DPRD Sulbar juga terbalik. Dan, baru diketahui sesaat sebelum pelantikan pimpinan DPRD Sulbar.

Padahal bendera terbalik itu sudah berkibar semalaman di halaman Gedung DPRD dan menjadi viral di medsos.

Sumber: menit7.com

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 100
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar