oleh

Sulteng Berpotensi Dilanda Kebakaran Hutan

Bagikan Artikel Ini

PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, sejumlah kabupaten di wilayah Sulawesi Tengah berpotensi dilanda kebakaran hutan.

“Kebakaran hutan berpotensi terjadi di Sulteng. Paling berpotensi di sejumlah wilayah Kabupaten Tojo Una-una, Banggai, Banggai Kepulauan, Morowali dan Sigi,” kata Forecaster atau Prakirwan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Mutiara Sis Al-jufri Palu, Riza Utami Renggah ditemui di Kantor BMKG Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Jumat.

Penyebabnya, kata dia, curah hujan sangat rendah yang menyebabkan massa udara kering dan panas di daerah-daerah tersebut meningkatkan potensi kebakaran hutan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Dari pantauan citra satelit kemarin, BMKG menemukan 10 titik panas dengan potensi panas yang beragam di daerah-daerah itu.

“Jumlah titik panas terbanyak di Kabupaten Tojo Una-una yang sudah mencapai batas panas maksimum. Titik-titik panasnya berada di beberapa desa yakni di Bualemo, Mohon, Simpang Raya dan Bunta. Titik panasnya mencapai 81 hingga 100 persen,”ucapnya.

Sementara suhu titik panas di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Morowali dan Sigi, kata dia, terpantau minimum hingga sedang.

Riza mengatakan jika dibanding kemarin, jumlah titik panas di Sulteng hari ini cenderung berkurang.

“Kalau kemarin hampir 30 titik panasnya, baik dari minimum sampai maksimum,” katanya.

Sekaitan dengan itu, sejumlah warga Kota Palu mengaku khawatir dengan adanya kabut yang terlihat jelas di kawasan Teluk Palu, pegunungan dan perbukitan.

Kondisi ini menyebabkan warga panik dan khawatir, bilamana kabut tersebut ternyata merupakan asap kiriman dari pulau Kalimantan yang kini dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat.

BACA JUGA  Raih Penghargaan, PTSP Sulteng Terbaik di Indonesia

Sekaitan dengan itu, Riza menyatakan bahwa kabut itu bukan disebabkan asap kiriman dari Kalimantan.

“Palu berkabut akibat massa udara yang terlalu kering akibat kurangnya curah hujan akhir-akhir ini atau dalam bahasa meteorologi disebut hze,” katanya. (MAL)

loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 232
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru