oleh

Sidang Mediasi Gugatan Sembilan Pengusaha Palu ke Presiden Gagal

Bagikan Artikel Ini

PALU – Sidang mediasi gugatan perdata oleh sembilan pengusaha di Kota Palu, kepada Presiden Joko Widodo beserta sejumlah kementerian/lembaga, menemui jalan buntu atau gagal.

Sidang mediasi berlangsung di ruang mediasi Pengadilan Negeri (PN) Palu, Selasa (14/05), dipimpin hakim mediator I Made Sukanada. Mediasi yang berlangsung dari pukul 11.00 Wita sampai pukul 12.15 Wita itu, ternyata tidak menemukan kata sepakat.

Perwakilan dari tergugat Gubernur dan Polda Sulteng, meminta agar sidang tetap dilanjut pada pemeriksaan pokok perkara.

Ditemui usai mediasi, Ketua Tim Kuasa Hukum Perusahaan, Muslim Mamulai, mengatakan, jadwal sidang pemeriksaan pokok perkara, masih menunggu panggilan dengan agenda pembacaan gugatan.

“Tapi akan tetap ada upaya damai dan masih terbuka bagi kita. Itu yang kita harapkan,” katanya.

Dia mengatakan, walaupun tidak ada kesepakatan, namun semua pihak tergugat mengambil dokumem penawaran yang diajukan tergugat.

“Kalau gagal 100 persen, berarti dalam hal ini pemerintah gagal juga, dalam hal ini mencari win-win solution. Tapi selaku pemerintah yang melindungi warga negaranya, harusnya dengan gugatan ini, melindungi warganya sudah terdampak gempa, tsunami dan kerugian barangnya dijarah dan tidak dibayar,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Humas PN Palu, Lilik Sugihartono, mengatakan, mediasi antar pihak gagal. Meski begitu, upaya damai masih tetap terbuka, sebelum adanya putusan.

Adapun yang turut hadir dalam siding mediasi kemarin, masing-masing dari pihak penggugat diwakili Muslim Mamulai, Sutanto Saganta dan Abdul Rajab.

Sementara dari pihak tergugat, lagi-lagi dari pihak presiden tidak hadir. Kemudain dari Menkopolhukam diwakili jaksa Negara Asman, Andi Nur Intan, Fahri.

Perwakilan kuasa hukum Mendagri dan Polda Sulteng diwakili Kabag Hukum, AKBP I Gusti Putu Suraya, perwakilan Gubernur, Jhon, Errol Kimbal, Salmin Haedar, Syahrudin A. Dow, Selain itu, juga dihadiri perwakilan Menteri Keuangan, Panji.

BACA JUGA  Tersangkut di Pohon, Bayi Ini Selamat dari Terjangan Tsunami Palu

Diketahui sembilan pengusaha di Palu yang mengalami penjarahan, saat bencana alam 28 September lalu, menggugat Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri dan kepala lembaga.

Akibat penjarahan itu, para pengusaha itu mengaku  mengalami kerugian materil senilai Rp87,377 miliar. Sementara kerugian immateril berupa hilangnya rasa aman dan nyaman dalam berusaha serta trauma psikis ditaksir senilai Rp5 miliar untuk masing-masing pengusaha yang menggugat.

Para penggugat yang dimaksud adalah tersebut, Direktur PT. Bumi Nyiur Swalayan, Alex Irawan dengan total kerugian Rp33 miliar lebih. Direktur Utama PT Varia Kencana, Laksono Margiono dengan total kerugian Rp5 miliar lebih. Direktur PT Aditya Persada Mandiri, Muhammad Ishak dengan total kerugian Rp1 miliar lebih. Direktur CV. Manggala Utama Parigi, Jusuf Hosea dengan total kerugian Rp12 miliar lebih.

Selanjutnya Direktur CV. Ogosaka, Agus Angriawan dengan total kerugian Rp22 miliar. Donny Salim dari Centro Grosir Elektronik total kerugian Rp5 miliar. Iwan Teddy dari Swalayan Taman Anggrek sebesar Rp1,4 miliar. Sudono Angkawijaya dengan total kerugian Rp4,5 miliar dan Akas Ang dari Kelapa Toserba dengan total kerugian Rp1,2 miliar.

Para penggugat merupakan pelaku usaha, di antaranya ritel, distributor consumer goods, elektronik, hasil bumi dan lainnya.

Dalam gugatannya, mereka meminta majelis hakim agar menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar ganti rugi materil dan immateril dengan sejumlah uang secara tunai. (IKRAM)

loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 39
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru