oleh

Program PKW, 50 Perempuan Kabonona Terampil Buat Abon

SIGI – Sebanyak 50 kaum emak di Desa Kabobona, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi berhasil membuat dan memproduksi abon berbahan baku ikan tuna. Puluhan kaum hawa ini dilatih selama hampir sebulan melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud bekerjasama dengan DPD Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Provinsi Sulawesi Tengah.

Penanggung jawab kegiatan, Alfianti S.Pi dalam sambutannya Sabtu (9/2/2019) mengatakan program PKW tersebut merupakan  bantuan dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud RI yang bekerjasama dengan DPD Forum PLKP Provinsi Sulawesi Tengah. Sebanyak 50 kaum ibu dari Desa Kabonona, Kecamatan Dolo yang ikut dalam pelatihan selama hampir sebulan tersebut oleh instruktur, Ijhar yang juga Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sigi. ‘’Setelah mengikuti pelatihan, alhamdulillah ibu-ibu ini memiliki keterampilan khususnya dalam membuat abon ikan.Kami bersyukur karena mereka juga dibekali peralatan membuat abon secara gratis,’’ujar pimpinan LKP Momi tersebut.

Ketua DPD Forum LKP Provinsi Sulawesi Tengah Amrin Lamatolo,S.Sos menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana kegiatan khususnya DPC FPLKP Kabupaten Sigi yang telah menyelenggarakan program PKW Daerah Tanggap Darurat dan Pasca Bencana dengan lancar dan sukses. Ia pun memuji hasil karya emak-emak yang dihadirkan dan diberikan kepada pemateri. Menurut Amrin, dengan adanya keterampilan khususnya dalam membuat abon ikan ini diharapkan membantu warga untuk berwirausaha agar bisa mendapatkan penghasilan sendiri.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi Rilce Hikmawati dalam sambutannya sekaligus menutup pelatihan menyampaikan apresiasi khususnya kepada Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud dan DPD Forum PLKP Sulawesi Tengah yang telah membantu memberdayakan warga Desa Kabobona, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Apalagi peserta pelatihan tersebut memang merupakan korban dan terdampak bencana gempa bumi dan likuifaksi 28 September 2018 lalu.

BACA JUGA  Peduli Lingkungan, Lima Sekolah di Sigi Dapat “Adiwiyata” Dari Pemkab

Rilce berharap ilmu yang didapatkan peserta bisa menjadi modal utama untuk membuka usaha sendiri sehingga memberikan penghasilan. ‘’Ini sangat berguna bagi ibu-ibu peserta karena ilmu ini menjadi bekal untuk bisa berwirausaha. Apalagi diberikan bantuan peralatan usaha secara gratis,’’tambahnya.

Para peserta memang tidak hanya dibekali ilmu dan keterampilan membuat abon tapi juga peralatan rintisan usaha sebanyak delapan item. (MAL)

loading...

Komentar