oleh

PPK Proyek Pasar Salumbia Tolitoli Dijebloskan ke Penjara

Bagikan Artikel Ini

TOLITOLI –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli akhirnya menahan RC, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pasar Salumbia, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Selasa (18/6/2019), di Lapas Klas II Tambun.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tolitoli, Rustam Efendi, SH, mengatakan penahanan terhadap RC dilakukan berdasarkan setelah penyidik mendapatkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan Sulteng.

Kata Rustam, hasil perhitungan BPKP Sulteng, terdapat kerugian negara sekira Rp400 juta.

“Penahanan RC karena sudah ada hasil audit dari BPKP perwakilan Sulteng yang mencapai kurang lebih Rp400 juta,” terang Rustam.

Dari dasar audit BPKP Sulteng, lanjut Rustam, maka dilakukan penahanan terhadap PPK. Karena atas perbuatannya anggaran proyek Pasar Salumbia yang nilainya mencapai Rp9 miliar lebih itu dicairkan.

Sementara, terdapat sejumlah item pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang dibaiayau melalui APBN Tahun 2016 tersebut.

“Ada sejumlah item pekerjaan yang tidak sesuai dengan spek, tetapi PPK mencairkan seluruh anggaran yang dibiayai APBN tersebut,” beber Rustam, seperti dilansir Jurnalsulawesi.com.

Loading...

Terkait kemungkinan adanya tersangka lain, menurut Rustam, saat ini penyidik masih melakukan pengembangan dan mendalami kasusnya tersebut.

Jika cukup dua alat bukti besar yang diperoleh penyidik, kemungkinan akan ada tersangka lain.

“Kita tunggu pengembangan penyidikannya, jika cukup alat bukti kami akan menetapkan tersangka lain,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek Pasar Salumbia di Dinas Perdagangan Tolitoli Tahun anggaran 2016 yang dikerjakan PT Dwipa Perkasa yang Direkturnya Syaifudin Rum. Sementara, Rusmin sebagai pelaksana pekerjaan.

Sampai saat ini, proyek dengan nilai kontrak Rp9.445.675.000,- itu belum juga bisa difungsikan dengan baik oleh pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen. Hal ini dikarenakan pasar yang dibangun PT Dwipa Perkasa itu ditengarai gagal konstruksi dan rawan ambruk.

BACA JUGA  Terdakwa Korupsi Dana BOS SMPN 2 Tolitoli Divonis 3 Tahun Penjara

Bahkan sejumlah item pekerjaan juga dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi, diantaranya pekerjaan penimbunan, kemudian galian pondasi dan pekerjaan mutu beton, sehingg kasus ini ditangani Kejari Tolitoli. [***]

 

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 166
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru