oleh

Pembunuhan Ayah dan Anak di Parigi, Korban Diduga Dianiaya

Bagikan Artikel Ini

“Yang jelas ada tanda-tanda kekerasan benda tajam dan benda tumpul di tubuh korban. Menurut hasil visum, korban tidak hanya mengalami luka pada satu tempat di tubuhnya,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Didik Supranoto, seperti diansir Jurnalsulawesi.com Rabu (26/6/2019).

Kabid Humas menjelaskan, korban Patmar alias Patte juga mengalami luka di ibu jari dan luka sayat di pangkal paha. Sedangkan Tamar mengalami luka bekas kekerasan di kepala bagian belakang.

Kedua korban ditemukan warga bersama aparat sekira 20 meter dari pondok di kebun korban, di wilayah Pegunungan Batu Tiga, Desa Tindaki, Kecamatan Parigi Selatan, Selasa (25/6/2019) pagi.

Korban diketahui warga Dusun Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo.

Berdasarkan keterangan saksi tambah Kabid Humas, pada Senin (24/6/2019), sekira Pukul 07.00 wita, kedua korban dan dua warga berangkat ke kebun yang ada di Pegunungan Batu Tiga Desa Tindaki, Kecamatan Parigi Selatan.

Kemudian pada siang hari, diketahui korban masih berada di kebunnya. Namun, sekira Pukul 15.30 Wita saat dua saksi hendak pulang, kedua korban tidak ditemukan lagi di kebunnya.

“Kemudian dua saksi ini pulang dan melapor pada warga untuk melakukan pencarian. Sampai malam tidak ditemukan. Ditunggu sampai Pukul 23.00 Wita korban juga belum pulang dari kebun,” jelasnya.

BACA JUGA  Polisi ungkap Motif Penculikan Wanita selama 15 Tahun di Tolitoli

Keesokan harinya tambah Kabid Humas, warga yang berjumlah 19 orang dibantu aparat kembali melakukan pencarian di kebun korban. Saat itulah korban ditemukan sudah meninggal dunia sekira 20 meter dari pondoknya.

Jarak lokasi ditemukannya korban sekira lima kilometer dari pemukiman warga. “Kurang lebih satu jam perjalanan menggunakan sepeda motor,” imbuh Kabid Humas.

Saat ini kata Didik, korban masih berada di Rumah Sakit Anuntaloko, Parigi Moutong.

Kabid Humas menambahkan, saat ini aparat sedang melakukan upaya penyidikan yang merupakan tugas kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.

“Untuk mengungkap kasus ini bukan hanya tugas Polres setempat, tapi juga menjadi tanggungjawab Polda Sulteng,” tegasnya.

Sampai saat ini, pihaknya juga belum bisa memastikan, apakah ada kemungkinan keterlibatan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dalam kasus ini. [***]

 

loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 237
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru