oleh

PB PMII tidak Amnesia Terhadap Bencana Alam di Sulteng

Bagikan Artikel Ini

PALU, Infopena.com – Belum terlupakan bencana gempa di Lombok beberapa waktu lalu, kini Sulawesi Tengah (Sulteng) juga mengalami kesedihan yang mendalam akibat gempa yang mengakibatkan tsunami dan likuifaksi pada 28 September lalu.

Peduli terhadap tragedi yang menyayat hati ini, Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia (PMII) kembali turun tangan membantu korban venomena alam ini di Sulteng.

Hingga saat ini Kamis, (1/11), sudah memasuki 28 hari tim Tagana PMII berada di Sulteng mendistribusikan logistik sekaligus mengidentifikasi fasilitas-fasilitas umum yang telah rusak untuk di berikan bantuan.

Organisasi yang berorentasi keagamaan ini tak hanya memberikan bantuan berupa logistik, namun juga melakukan pemulihan psikologis masyarakat korban becana di Palu, Donggala dan Sigi. Khususnya kepada anak-anak.

Trauma healing menurut Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), sangatlah penting bagi para korban sebelum dapat memulai kembali aktivitas pendidikan agar kegiatan belajar dapat berjalan dengan optimal.

Yasir Ketua Tim Tagana PMII mengatakan, untuk yang kesekian kalinya pihaknya berkunjung ke palu. Sebelum yakni 2017 lalu juga perna berkunjung ke bumi Tadulako ini.

Kata Yasir, kunjungannya ke Palu tahun lalu adalah melakukan Kongres se-Indonesia. Berbeda dengan kunjungan saat ini adalah mengibarkan bendera PMII sebagai bentuk peduli kemanusiaan.

“Kota yang menjadi tempat kongres ke 19 Pergerakan PMII ini sungguh meniggalkan kenanggan yang berarti untuk kami selaku pengurus PB PMII,” kata Yasir.

“Seperti yang kita ketahui bersama Ketua PB dan pengurus PB PMII saat ini merupakan lahir dari hasil kongres 2017 di kota palu” tambah Yasir mengenang.

Sementara Muhammat Rizal menambahkan penggurus PMII seluruh indonesia tidak amnesia melihat venomena di Sulteng. Sekira 900 juta rupiah telah di distribusikan ke posko-posko pengunsian sekaligus bantuan santunan untuk kader yang menjadi  korban bencana alam.

BACA JUGA  Ciptakan Santri Mandiri dan Kreatif, PMII Palu Gelar Dialog Interpreneurship di Pondok Pesantren

“Turun tangan kami ini adalah bukti nyata bahwa kami masih mengigat sulawesi tengah,Palu kuat,Palu Bangkit, PMII For Sulteng,” tutupnya. (Fahreza)

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 42
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar