oleh

PAUD Harapan Bangsa Jono Oge Butuh Media Belajar

Bagikan Artikel Ini

SIGI – Proses belajar-mengajar di sejumlah sekolah yang terdampak bencana paling parah 28 September 2018 lalu, masih terus menemui kendala, mulai dari bangunan sekolah yang tidak layak hingga minimnya media pembelajaran.

Hal ini juga dialami oleh pihak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Harapan Bangsa, Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru.

Wakil Kepala PAUD Harapan Bangsa, Evi Sumiati, menuturkan, saat ini kebutuhan yang paling mendesak adalah media pembelajaran, seperti papan tulis, meja dan kursi dalam rangka mendukung proses belajar mengajar lebih maksimal.

“Kekurangannya banyak sekali, terutama media pembelajaran, karena kita punya alat-alat pada waktu bencana itu banyak yang rusak,” ujar Evi, Rabu (07/08).

Sejauh ini, kata dia, pihaknya masih meminjam rumah salah satu guru, namun kondisi rumah tersebut pun tidak layak, karena lantainya hanya dilapisi terpal dan beberapa dinding yang terbuat dari papan sudah lepas. Ia belum tahu pasti sampai kapan bertahan mengunakan rumah tersebut.

Evi menambahkan, saat ini pihaknya telah mendapat bantuan sekolah permanen namun masih dalam bentuk material.

“Di tenda tidak nyaman, panas rasanya. Kita pakai dulu rumahnya Ibu Guru Ratna, karena dia sekarang tinggal di huntara sebelum jadi bangunan yang baru,” tambahnya.

Sebelum bencana alam, lanjut dia, terdapat tiga ruang belajar yang digunakan di PAUD Harapan Bangsa.

Sementara untuk bangunan baru nanti, hanya bisa dua kelas sementara jumlah peserta didiknya sebanyak 36 orang.

Evi berharap kepada para dermawan untuk bisa mengadakan bantuan media pembelajaran.

“Anak-anak belajarnya antusias, yang lalu sebelum gempa ada 46 orang, sekarang sudah tamat, dan sekarang jumlahnya masih ada 36 orang. Semua anak-anak warga di sini (Jono Oge),” pungkasnya. (MAL)

BACA JUGA  RSUD Lasinrang Tolak BPJS Korban Gempa Palu
Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 100
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru