oleh

MUI Minta Kasus Wanita Bawa Anjing ke Mesjid Dusut Tuntas

Bagikan Artikel Ini

BOGOR – Wanita berinisial SM (52) yang membawa anjing ke mesjid menjadi perbincangan ramai lantaran mengamuk di dalam mesjid, Ia marah karena mengira suaminya sedang menikah di mesjid itu.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah menilai, wanita bawa anjing masuk masjid di Sentul City, Bogor, dapat dikenakan pasal penistaan agama.

Selain bawa anjing masuk masjid, SM juga tak melepas alas kaki. Ia berseteru dengan marbot dan jamaah masjid.

“Perbuatan tersebut termasuk tindak pidana penistaan terhadap masjid. Karena masuk masjid ada aturan wajib yaitu antara lain tak boleh bersepatu apalagi bawa anjing,” kata Anton Tabah, seperti dilansir dari Pojoksatu.id.

“Delik materil Pasal 156a KUHP yakni melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap agama Islam, bersifat fisik, wujud gerakan tubuh atau bagian dari tubuh dengan masuk masjid tak sesuai norma agama Islam,” tambahnya.

Purnawirawan polisi berpangkat brigjen ini menambahkan, menghina, melecehkan, meremehkan agama adalah kejahatan serius. Begitu juga dengan perbuatan yang menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

Karena itu, dia meminta agar kasus wanita bawa anjing masuk masjid diusut tuntas agar tiada konflik dan dihukum maksimal sesuai Surat Edaran MA dan amanat UU.

“Saya harap MUI setempat mengawal kasus ini jangan sampai tidak diproses polisi. Jangan sampai polisi langsung menyimpulkan pelakunya gila atau stress. Biar yang menilai (soal gila atau stres) adalah ahlinya. Bukan polisi,” kata Anton Tabah.

Dikatakan Anton, dalam ranah hukum istilah gila dan stres memiliki perbedaan.

Tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang stres, ujarnya lagi, tetap memiliki konsekuensi hukum dan harus bertanggung jawab di muka hukum.

BACA JUGA  Polisi Amankan Wanita yang Bawa Anjing ke Mesjid

Polres Bogor akan melakukan tes kejiwaan terhadap SM. Rencananya, tes kejiwaan terhadap SM itu akan dilakukan di RS Polri Kramat Jati Jakarta.

“Ada indikasi tersebut (depresi),” kata Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky ditemui di Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor, Mingu (30/6).

Pemeriksaan kejiwaan itu, terangnya, dilakukan untuk mengetahui apakah benar SM memiliki gangguan kejiwaan atau tidak.

“Kita akan membawa ke RS Polri untuk cek oleh ahli, jadi tidak sepihak. Nanti kita mengetahui bersangkutan memiliki gangguan jiwa atau tidak,” jelasnya. [***]

 

Loading...
loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 704
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terbaru