oleh

Menantu Kades Tangkura Divonis 4 Tahun Penjara

Bagikan Artikel Ini

PALU – Tangisan istri dari terdakwa penyalahgunaan Dana Desa pecah, saat majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara 4 tahun kepada mantan Sekdes Tangkura, Rudi Alfianto Patoro.

Selain pidana penjara, terdakwa dibebankan membayar denda Rp 200 juta, subsider 1 bulan kurungan. Tangis wanita muda ini semakin menjadi, apalagi dirinya sedang hamil tua.

Rudi A Patoro sendiri merupakan menantu dari Kepala Desa (Kades) Tangkura, Daud Marianto Laganda, yang lebih dulu proses persidangan di Pengadilan Tipikor PN Palu.

Vonis hakim ini, sesuai dengan tuntutan JPU menuntut pidana penjara 4 tahun.

” Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana Pasal 2 ayat dengan UU RI No :  20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat ( 1 ) Ke-1 KUHP,” amar putusan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Palu, Paskatu Hardinata,  didampingi Bonafasius N Aribowo dan Darmansyah sebagai hakim anggota, di Pengadilan Tipikor, PN Palu, Senin (16/9).

Dalam amarnya, Hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

loading...

Usai pembacaan putusan, baik terdakwa dan penasehat hukumnya Nostry dan JPU, Yesky masih menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Rudi A Patoro  merupakan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi yang dikucurkan untuk Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso.

Total nilai dugaan korupsinya Rp 402,7 juta. Rinciannya, APBdes tahun 2015 – 2016 sebesar Rp 1.475 miliar. APBdes tahun 2015 sebesar Rp 538,2 juta dengan totalnya dana desa (DD) sebesar Rp 283,8 juta, Anggaran Dana Desa (ADD) Rp 226 juta, untuk hasil pajak Rp 17 juta, serta bantuan provinsi sebesar Rp 10 juta.

Selanjutnya, APBdes tahun 2016 sebesar Rp 1.172 miliar, dengan nilainya DD Rp 632,8 juta, ADD Rp 522,9 juta, untuk hasil pajak Rp 16 juta.

Didanai oleh dana tersebut selanjutnya, dianggap tidak sesuai peruntukannya sehingga Dibutuhkan uang sebesar Rp 402,7 juta.

Oleh hakim PN Palu yang diketuai I Made Sukanada, Daud Marianto divonis pidana penjara 4 tahun dan 6 bulan. Selain penjara, terdakwa membayar denda Rp200 juta, subsider 6 bulan, serta membayar uang pengadilan (UP) Rp402,7 juta, subsider 1 tahun penjara. (MAL)

Loading...

Bagikan Artikel Ini
  • 117
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar